Kapolda Bengkulu Buka Ruang Dialog dengan Pendulang Batubara, Tekankan Kepatuhan Hukum

oleh -14 Dilihat
oleh
Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid berbincang dengan perwakilan pendulang dan pengepul batubara dari Bengkulu Tengah saat audiensi di Gedung Tribrata.-Foto :s.man/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,-Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid membuka ruang dialog dengan puluhan perwakilan pendulang dan pengepul batubara sungai dari Kabupaten Bengkulu Tengah di Ruang Tunggu Tamu, Lobby Lantai 1 Gedung Tribrata Polda Bengkulu, Kamis (2/7/2026). Audiensi yang dimulai pukul 10.00 WIB ini digelar untuk menampung aspirasi sekaligus meredam potensi konflik sosial di lokasi penambangan tradisional.

Pertemuan itu dihadiri pula oleh Dirintelkam, Dirreskrimsus, dan Kapolres Bengkulu Tengah, menandakan perhatian serius institusi kepolisian terhadap dinamika masyarakat setempat. Para pendulang menyampaikan sejumlah persoalan, antara lain kepastian hukum dalam menjalankan usaha, ketegangan dengan pihak lain di lokasi tambang, dan kekhawatiran terhadap penegakan aturan lingkungan.

Menanggapi keluhan tersebut, Kapolda Yudhi menyatakan pihaknya hadir untuk mendengar sekaligus mengingatkan agar semua aktivitas berjalan sesuai koridor hukum. “Kami hadir di sini untuk mendengar, bukan menggurui. Namun setiap aktivitas harus berjalan di atas koridor hukum yang berlaku. Jangan sampai kebutuhan ekonomi menimbulkan masalah baru yang merusak tatanan sosial dan lingkungan,” ujarnya.

Kapolda menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sehingga aktivitas ekonomi tidak memicu konflik. “Kami tidak anti terhadap usaha rakyat, tetapi semua harus tertib. Jika ada persoalan, selesaikan dengan musyawarah, bukan emosi atau tindakan anarkis,” tambahnya.

Kabid Humas Polda Bengkulu menegaskan bahwa dialog ini bagian dari komitmen institusi untuk mendekatkan diri dengan semua lapisan masyarakat. “Ini bukti bahwa kepolisian hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pengayom dan pelayan masyarakat,” kata Kabid Humas.

Audiensi yang berlangsung sekitar dua jam ditutup secara akrab. Para pendulang dan pengepul meninggalkan gedung dengan harapan komunikasi rutin antara masyarakat dan aparat dapat terjaga, demi terciptanya situasi yang aman, adil, dan berkelanjutan bagi masyarakat Bengkulu Tengah.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.