Kabut Asap Ancam Kesehatan Warga Kepahiang, Dinkes Evaluasi Kualitas Udara dan Aktivitas Sekolah

oleh -17 Dilihat
oleh
Tajri Fauzan — Kabut asap menyelimuti Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, memicu kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat. Dinkes mencatat peningkatan kasus ISPA hingga 75 persen dan mengintensifkan edukasi serta pembagian masker.-Foto: Ansori/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, dalam beberapa hari terakhir mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepahiang mencatat adanya peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dengan kenaikan yang diperkirakan mencapai 50 hingga 75 persen secara global.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama karena kualitas udara di sejumlah titik wilayah Kabupaten Kepahiang dilaporkan berada pada kondisi yang mengkhawatirkan berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang, Dr. H. Tajri Fauzan, SKM, M.Si., mengungkapkan bahwa ISPA saat ini menjadi salah satu penyakit dengan jumlah kasus tertinggi di tengah kondisi kabut asap yang melanda daerah tersebut.

“Kita ada peningkatan kasus ISPA. Mudah-mudahan dengan adanya edukasi kepada masyarakat, kasus ini bisa mengalami penurunan,” ungkap Tajri.

Menurutnya, peningkatan kasus tersebut perlu mendapat perhatian bersama, mengingat paparan asap dan partikel pencemar udara dapat mengganggu kesehatan saluran pernapasan. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara masih dipenuhi kabut asap.

Tajri menyebutkan, berdasarkan pemantauan pihaknya, peningkatan kasus ISPA secara global berada pada kisaran 50 hingga 75 persen. Meski demikian, angka tersebut masih memerlukan penjelasan lebih lanjut mengenai periode pembanding dan jumlah kasus yang menjadi dasar perhitungan.

Sebagai langkah penanganan, Dinkes Kepahiang bersama sejumlah instansi terkait, termasuk Kepolisian Resor (Polres) Kepahiang, telah melakukan pembagian masker kepada masyarakat. Upaya tersebut juga disertai edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan mengantisipasi dampak buruk paparan kabut asap.

Pemerintah berharap langkah pencegahan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melindungi diri, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.

Selain penanganan kesehatan, kondisi kualitas udara juga menjadi pertimbangan dalam menentukan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Dinkes Kepahiang berencana kembali melakukan pemeriksaan kualitas udara pada Senin mendatang guna memperoleh gambaran terbaru mengenai kondisi lingkungan.

“Hari Senin mendatang akan kita lakukan pengecekan udara lagi. Dari hasil pemeriksaan itulah nantinya akan diketahui apakah anak-anak sekolah tetap diliburkan, belajar dari rumah, atau kembali bersekolah seperti biasa,” jelas Tajri.

Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi pihak terkait dalam menentukan kebijakan kegiatan pendidikan, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta didik.

Di tengah kondisi kabut asap yang belum sepenuhnya teratasi, masyarakat diimbau menggunakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar ruangan, mengurangi kegiatan fisik berat di area berasap, serta menjaga kualitas udara di dalam rumah.

Warga yang mengalami keluhan seperti batuk, pilek, tenggorokan terasa perih, sesak napas, atau gejala lain yang memburuk setelah terpapar asap disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Peningkatan kasus ISPA ini menjadi pengingat bahwa dampak kabut asap tidak hanya berkaitan dengan menurunnya kualitas udara, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas sehari-hari. Karena itu, koordinasi lintas instansi, pemantauan kualitas udara, serta kepatuhan masyarakat terhadap anjuran kesehatan menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko selama kabut asap masih menyelimuti Kabupaten Kepahiang.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.