Harga Emas Stabil Menanti Data NFP AS, Investor Cermati Kebijakan The Fed

oleh -12 Dilihat
oleh
Harga emas bergerak stabil di tengah penantian investor terhadap data tenaga kerja Amerika Serikat. Pasar mencermati kebijakan The Fed dan ketegangan geopolitik yang memengaruhi harga logam mulia.-Foto: Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Harga emas bergerak stabil pada perdagangan Kamis, 3 September 2026. Investor cenderung menahan diri sambil menunggu rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) atau nonfarm payrolls (NFP) yang dijadwalkan terbit pada Jumat, 4 September 2026.

Data NFP menjadi salah satu indikator penting yang akan dipertimbangkan Federal Reserve atau The Fed dalam menentukan arah kebijakan suku bunga. Perkembangan pasar tenaga kerja AS dinilai dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap keputusan bank sentral pada pertemuan 15–16 September 2026.

Mengutip Reuters, harga emas spot tercatat sebesar 4.386,28 dolar AS per ons troi pada pukul 00.46 GMT. Harga tersebut relatif stabil setelah emas sempat pulih dari posisi terendah dalam hampir satu bulan pada perdagangan Rabu.

Pemulihan harga emas sebelumnya didorong oleh pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS. Kedua faktor tersebut membuat emas menjadi lebih menarik bagi investor karena logam mulia ini diperdagangkan dalam dolar AS dan tidak memberikan imbal hasil tetap.

Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Desember 2026 naik 0,4 persen menjadi 4.432,10 dolar AS per ons troi. Pergerakan tersebut mencerminkan sikap hati-hati pasar menjelang publikasi data ekonomi utama AS.

Sebelumnya, laporan ADP National Employment menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta AS pada Agustus berada di bawah perkiraan. Data tersebut memperkuat perhatian investor terhadap hasil NFP yang akan memberikan gambaran lebih luas mengenai kondisi pasar tenaga kerja AS.

Selain data ketenagakerjaan, pelaku pasar mencermati laporan Beige Book yang dirilis The Fed pada Rabu. Laporan itu menunjukkan aktivitas ekonomi AS meningkat secara moderat dalam beberapa pekan terakhir. Pertumbuhan lapangan kerja tercatat tipis, sedangkan tekanan harga meningkat secara moderat.

Namun, Beige Book juga menggambarkan kondisi ekonomi yang beragam. Karena itu, laporan tersebut belum memberikan sinyal yang cukup kuat mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang perubahan suku bunga AS pada September mencapai 62 persen. Suku bunga menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga emas.

Emas secara tradisional dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Namun, kenaikan suku bunga dapat meningkatkan biaya peluang memegang emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan bunga atau imbal hasil seperti obligasi.

Apabila data NFP lebih lemah dari perkiraan, ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed dapat menguat dan berpotensi menopang harga emas. Sebaliknya, data tenaga kerja yang kuat dapat mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan yield Treasury sehingga menekan harga emas.

Dari sisi geopolitik, investor juga memantau meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Amerika Serikat dan Iran dilaporkan terlibat dalam pertukaran serangan terbesar sejak Juli. Situasi tersebut berpotensi meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot stabil di level 65,30 dolar AS per ons troi. Harga platinum juga relatif tidak berubah pada 1.760,33 dolar AS per ons troi, sedangkan palladium turun 0,1 persen menjadi 1.344,48 dolar AS per ons troi.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.