Harga Emas Melonjak 2% Setelah The Fed Meredam Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga

oleh -72 Dilihat
oleh
Emas bersinar! Harga melonjak 2,3% ke US$4.488,54/ons setelah The Fed redam ekspektasi kenaikan suku bunga. Investor optimis, logam mulia kembali jadi primadona pasar global.-Foto: Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Harga emas dunia melesat lebih dari 2% pada perdagangan Kamis (3/9/2026) setelah Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Christopher Waller memberi sinyal bank sentral AS dapat menahan suku bunga bila inflasi terus mereda.

Harga emas spot tercatat naik 2,3% menjadi US$4.488,54 per ons troi pada pukul 14.04 waktu New York atau Jumat (4/9) pukul 01.04 WIB, menurut data Reuters. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak 28 Agustus 2026.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup melonjak 2,8% ke posisi US$4.539,90 per ons troi, mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek logam mulia tersebut dalam jangka pendek.

Penguatan harga emas dipicu pernyataan Gubernur The Fed Christopher Waller yang menyatakan dirinya akan mendukung keputusan mempertahankan suku bunga apabila data ekonomi mendatang mengonfirmasi tekanan inflasi terus menurun.

Komentar tersebut langsung mengubah ekspektasi pelaku pasar. Trader kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan 15-16 September 2026 sekitar 54%, turun dari sekitar 62% sebelum pernyataan Waller.

“Saya pikir trader saat ini melihat The Fed akan bersikap kurang agresif terhadap suku bunga,” kata Bob Haberkorn, Senior Market Strategist di StoneX.

Menurut Haberkorn, semakin banyak trader yang memperkirakan The Fed hanya akan melakukan satu kali kenaikan suku bunga, sementara ruang untuk kenaikan berikutnya kemungkinan terbatas.

Penurunan imbal hasil (yield) obligasi US Treasury turut memberikan dukungan bagi harga emas. Yield yang lebih rendah mengurangi opportunity cost atau biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Pelemahan dolar AS juga membuat emas yang dihargai dalam mata uang tersebut menjadi lebih murah bagi pembeli dari luar AS. Pada perdagangan Rabu (2/9), harga emas sempat turun ke level terendah sejak 7 Agustus sebelum akhirnya ditutup naik lebih dari 1%.

Penguatan emas terjadi ketika indeks dolar AS mundur dari level tertinggi hampir tiga pekan, sementara yield Treasury turun dari level tertinggi dalam beberapa tahun.

Emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil.

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke data ekonomi AS yang akan menjadi pertimbangan penting bagi kebijakan The Fed.

Laporan nonfarm payrolls atau data penyerapan tenaga kerja AS akan dirilis pada Jumat (4/9). Setelah itu, investor akan mencermati laporan inflasi Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI) AS pada pekan depan.

Data tersebut akan menjadi indikator penting untuk memperkirakan arah kebijakan suku bunga The Fed dalam beberapa bulan mendatang.

Sementara itu, harga komoditas logam mulia lainnya juga mencatat kenaikan.

Harga perak spot naik 2,8% menjadi US$67,13 per ons troi. Platinum melonjak 4,2% ke level US$1.830,28 per ons troi, sedangkan palladium melesat 5,9% menjadi US$1.426,75 per ons troi.

Di pasar energi, harga minyak juga berada dalam tren penguatan dan menuju kenaikan selama empat hari berturut-turut.

Penguatan tersebut didorong kekhawatiran gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah setelah serangan AS terhadap Iran dan ancaman terbaru Israel terhadap Teheran.

Analis memperkirakan emas masih memiliki ruang untuk bergerak lebih tinggi jika data tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan. “Laporan payrolls kemungkinan akan menjadi momen penentu terbesar minggu ini. Jika laporan pekerjaan meleset dari ekspektasi dan taruhan kenaikan suku bunga September menurun, itu bisa melihat emas bergerak lebih tinggi,” kata Ilya Spivak, kepala global macro di Tastylive.

Dengan kombinasi faktor melemahnya dolar AS, penurunan yield Treasury, dan ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih lunak, prospek emas dalam jangka pendek terlihat positif.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.