KLIKINFOBERITA.COM,-Manchester City sukses memetik tiga poin krusial setelah menaklukkan Manchester United dengan skor tipis 1-0 dalam laga derby panas di Old Trafford. Penyerang andalan Erling Haaland kembali menjadi pembeda setelah mencetak gol tunggal pada menit ke-60, meski gol tersebut sempat memicu perdebatan sengit terkait keputusan offside yang kontroversial.
Gol Haaland awalnya dianulir oleh hakim garis yang dengan cepat mengangkat bendera offside. Namun, setelah intervensi Video Assistant Referee, keputusan tersebut dibatalkan dan gol sah dinyatakan untuk keunggulan City. Professional Game Match Officials Limited kemudian mengakui adanya kesalahan fatal dalam proses pengambilan keputusan, karena VAR dinilai gagal mendeteksi adanya gangguan dari pemain dalam posisi offside yang memengaruhi jalannya permainan secara signifikan. Badan perwasitan tersebut secara resmi menyampaikan permintaan maaf kepada Manchester United atas kekeliruan besar yang terjadi dalam pertandingan bergengsi ini.
Meski sempat dibuat bingung oleh keputusan awal, Haaland justru menunjukkan reaksi yang cukup menarik. Penyerang asal Norwegia itu mengaku merasa tersinggung ketika bendera offside dikibaskan ke arahnya oleh hakim garis. “Saya biasanya tidak offside, jadi saya berbicara dengan wasit Michael Oliver dan mengatakan bahwa saya agak tersinggung karena dia mengira saya offside,” ujar Haaland kepada Sky Sports pasca-laga.
Haaland juga mengungkapkan bahwa ia sudah mencium bahwa golnya akan disahkan setelah melihat reaksi dari bangku cadangan City. “Saya melihat ke arah pelatih dan dia memberi saya acungan jempol, jadi saya tahu itu gol dan saya bersiap merayakannya,” tambahnya dengan penuh keyakinan.
Kesadaran spasial Haaland bukanlah sebuah kebetulan semata. Menurut data The Athletic, frekuensi offside-nya menurun drastis sejak bergabung dengan Manchester City, dari 0,55 per 90 menit saat membela Borussia Dortmund menjadi hanya 0,2 per laga. Bahkan, 43 pemain Premier League tercatat lebih sering terjebak offside dibandingkan dirinya dalam dua tahun terakhir.
Haaland mengungkapkan bahwa disiplin posisinya merupakan hasil latihan panjang sejak usia 13 tahun bersama sang ayah di Bryne. “Ini sesuatu yang sudah saya kerjakan sejak lama, hanya sekarang saya lebih cepat dan lebih baik,” jelasnya.
Ia juga menilai teknologi VAR justru membantunya dalam menjaga disiplin posisi di atas lapangan. “Jika Anda offside dengan VAR, Anda tidak punya peluang. VAR lebih membantu saya karena keputusannya jelas,” tuturnya.
Kini, PGMOL menjanjikan investigasi menyeluruh atas insiden tersebut agar kesalahan serupa tidak terulang di kemudian hari. Bagi Haaland, fokus utama tetap mempertahankan performa tajamnya bersama Manchester City, sementara lini pertahanan lawan semakin kesulitan menjebaknya dengan perangkap offside yang selama ini menjadi andalan mereka.








