GERD dan Anxiety Kerap Datang Bersamaan, Apa Hubungannya? Kenali 4 Nutrisi yang Mendukung Kesehatan Tubuh

oleh -45 Dilihat
oleh
Ilustrasi —GERD dan anxiety dapat saling memengaruhi hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Kenali empat nutrisi pendukung kesehatan tubuh, kelola stres, serta terapkan pola hidup sehat.-Foto : Ist, Aisya/klikinfoberita.com

KLIKNFOBERITA.COM,– Pernah merasakan asam lambung naik disertai dada berdebar, tubuh terasa lemas, napas tidak nyaman, hingga pikiran dipenuhi kecemasan? Kondisi ini bisa membuat seseorang merasa takut, panik, dan sulit menjalani aktivitas sehari-hari.

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau penyakit refluks asam lambung memang dapat muncul bersamaan dengan kecemasan atau anxiety. Keduanya bahkan bisa saling memengaruhi sehingga keluhan terasa semakin mengganggu.

Lantas, mengapa GERD dan kecemasan sering datang bersamaan?

GERD terjadi ketika isi lambung, termasuk asam lambung, naik kembali ke kerongkongan. Kondisi ini dapat menimbulkan sensasi terbakar di dada (heartburn), rasa asam di mulut, mual, serta ketidaknyamanan setelah makan.

Ketika gejala tersebut muncul, seseorang bisa merasa khawatir, terutama jika merasakan sensasi di dada atau kesulitan tidur. Kekhawatiran ini dapat memicu respons stres yang membuat jantung berdebar, otot menegang, dan tubuh terasa tidak nyaman.

Sebaliknya, stres dan kecemasan dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap rasa nyeri serta memperburuk persepsi terhadap gejala refluks. Akibatnya, seseorang bisa terjebak dalam lingkaran keluhan fisik dan kecemasan yang berulang.

Meski demikian, GERD dan anxiety merupakan kondisi berbeda. Tidak semua penderita GERD mengalami gangguan kecemasan, dan tidak semua kecemasan disebabkan oleh asam lambung.

Empat Nutrisi yang Mendukung Kesehatan Pencernaan dan Saraf

Selain menjaga pola makan, tidur cukup, dan mengelola stres, pemenuhan nutrisi juga penting untuk mendukung kesehatan tubuh. Berikut empat nutrisi yang kerap dibahas dalam kaitannya dengan kesehatan saraf, suasana hati, dan pencernaan.

1. Vitamin B kompleks

Vitamin B kompleks terdiri atas beberapa jenis vitamin B yang berperan dalam metabolisme energi dan fungsi sistem saraf. Kekurangan vitamin tertentu, seperti B12 atau folat, dapat berkaitan dengan kelelahan maupun gejala neurologis.

Mencukupi kebutuhan vitamin B membantu menjaga fungsi tubuh tetap optimal. Namun, suplemen vitamin B bukan obat khusus untuk GERD atau gangguan kecemasan. Konsumsinya sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan.

2. Vitamin D3

Vitamin D berperan dalam kesehatan tulang, fungsi otot, dan berbagai proses tubuh, termasuk fungsi sistem imun. Sejumlah penelitian juga mengkaji kaitan kadar vitamin D dengan suasana hati dan kecemasan.

Meski demikian, kekurangan vitamin D tidak selalu menyebabkan anxiety, dan suplemen vitamin D3 belum terbukti dapat mengatasi kecemasan pada semua orang. Pemeriksaan dan konsultasi dapat membantu menentukan apakah suplementasi memang diperlukan.

3. Magnesium, termasuk magnesium glycinate

Magnesium berperan dalam fungsi saraf, kerja otot, dan berbagai proses metabolisme. Magnesium glycinate merupakan salah satu bentuk suplemen magnesium.

Kecukupan magnesium penting bagi tubuh, tetapi bukti bahwa magnesium glycinate secara khusus dapat meredakan kecemasan atau memperbaiki tidur masih terbatas. Klaim bahwa bentuk ini pasti paling lembut bagi lambung juga tidak berlaku untuk semua orang.

Sebelum mengonsumsi suplemen magnesium, perhatikan dosis magnesium elemental dan konsultasikan penggunaannya, terutama jika memiliki gangguan ginjal atau sedang mengonsumsi obat tertentu.

4. Probiotik

Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang dapat memberikan manfaat kesehatan apabila dikonsumsi dalam jumlah memadai dan dengan jenis yang sesuai.

Keseimbangan mikroorganisme usus sedang banyak diteliti karena berkaitan dengan komunikasi antara usus dan otak. Beberapa probiotik berpotensi membantu keluhan pencernaan tertentu, tetapi manfaatnya bergantung pada jenis dan kondisi yang ditangani.

Probiotik belum terbukti secara konsisten dapat mengobati GERD atau mencegah asam lambung naik pada semua orang. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan keluhan dan kebutuhan masing-masing.

Waktu konsumsi suplemen tidak selalu harus sama bagi setiap orang. Hal terpenting adalah mengikuti petunjuk pada kemasan, memperhatikan kondisi kesehatan, serta berkonsultasi dengan dokter atau apoteker apabila sedang mengonsumsi obat lain.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

– Probiotik: ikuti petunjuk produk karena waktu konsumsi bergantung pada jenis dan formulasi probiotik. Tidak semua probiotik harus diminum saat perut kosong.
– Vitamin D3: umumnya dapat dikonsumsi bersama makanan yang mengandung lemak untuk membantu penyerapannya.
– Vitamin B kompleks: dapat diminum sesuai petunjuk produk. Mengonsumsinya setelah makan bisa membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada lambung.
– Magnesium glycinate: tidak harus diminum menjelang tidur. Pilih waktu konsumsi sesuai petunjuk dan kebutuhan. Magnesium juga dapat berinteraksi dengan sejumlah obat, termasuk antibiotik tertentu.

Perlu diingat, keempat nutrisi tersebut bukan pengganti pengobatan GERD maupun gangguan kecemasan. Konsumsi suplemen tanpa mengetahui kebutuhan tubuh belum tentu memberikan manfaat tambahan.

Kebiasaan Sederhana untuk Membantu Mengendalikan GERD

Selain mencukupi nutrisi, beberapa kebiasaan berikut dapat membantu mengurangi keluhan asam lambung:

1. Makan dengan porsi wajar dan hindari makan berlebihan.
2. Beri jeda setidaknya tiga jam antara makan dan berbaring atau tidur.
3. Kenali makanan dan minuman yang memicu keluhan, seperti kopi, makanan berlemak, atau makanan pedas jika memang memperburuk gejala.
4. Lakukan aktivitas fisik secara teratur dan jaga kualitas tidur.
5. Kelola kecemasan melalui latihan pernapasan, relaksasi, atau konsultasi dengan tenaga profesional jika diperlukan.

Langkah-langkah tersebut sejalan dengan rekomendasi pengelolaan GERD dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). <Cite refs={[“turn811612search0″,”turn811612search12”]}/>

Jangan Abaikan Gejala yang Terasa Berat

Dada berdebar dan rasa tidak nyaman di dada bisa muncul dalam berbagai kondisi. Jangan langsung menganggapnya sebagai asam lambung atau serangan panik.

Jika mengalami nyeri dada berat atau tidak biasa, terutama disertai sesak napas, keringat dingin, pusing, atau nyeri yang menjalar ke lengan maupun rahang, segera cari pertolongan medis. Jika keluhan GERD atau kecemasan terus berulang dan mengganggu aktivitas, periksakan diri untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

GERD dan anxiety memang dapat saling memengaruhi, tetapi keduanya membutuhkan penanganan yang sesuai. Menjaga pola makan, mengelola stres, mencukupi nutrisi, dan memperbaiki kualitas tidur merupakan langkah pendukung yang bermanfaat.

Jangan terburu-buru mengandalkan suplemen sebagai solusi utama. Kenali gejala, perhatikan kebutuhan tubuh, dan konsultasikan keluhan kepada tenaga kesehatan agar penanganannya lebih tepat.(Aisya)

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.