Tak Ingin Stunting Terus Menghantui, DP3AP2KB Bengkulu Tengah Perkuat Garda Terdepan hingga Desa

oleh -51 Dilihat
oleh
DP3AP2KB Bengkulu Tengah memperkuat kapasitas kader dan tenaga lini lapangan melalui Program Bangga Kencana guna mengoptimalkan pendampingan keluarga serta mempercepat penurunan stunting hingga tingkat desa.-Foto: Aisya/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Perang melawan stunting tak cukup hanya mengandalkan program di atas kertas. Pendampingan keluarga, edukasi yang tepat, serta koordinasi lintas sektor menjadi kunci untuk mempercepat penurunan angka stunting. Menyadari pentingnya peran tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) memperkuat kapasitas tenaga lini lapangan melalui Program Bangga Kencana.

Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan peningkatan kapasitas tenaga lini lapangan yang dilaksanakan di 11 Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Bengkulu Tengah. Kegiatan tersebut menyasar Penyuluh Keluarga Berencana (PLKB), Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD), kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta tenaga lini lapangan lainnya.

Penguatan kompetensi ini diarahkan untuk memastikan para kader memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mendampingi keluarga sasaran, khususnya keluarga yang berisiko mengalami stunting.

Kepala Bidang Data dan Informasi DP3AP2KB Bengkulu Tengah, Febrin Puspasari, SKM, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) dan subkader agar pelaksanaan Program Bangga Kencana semakin optimal.

Menurutnya, tenaga lini lapangan memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan masyarakat. Mereka tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga berperan dalam memberikan edukasi, melakukan pendampingan, serta membantu menghubungkan keluarga sasaran dengan layanan yang dibutuhkan.

“Kegiatan ini bertujuan agar seluruh kader memahami strategi percepatan penurunan stunting, pendampingan keluarga sasaran, pemberian Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), mekanisme rujukan, serta penguatan koordinasi lintas sektor dalam mendukung Program Bangga Kencana,” jelas Febrin.

Ia menambahkan, penguatan kapasitas juga difokuskan pada peningkatan kemampuan kader dalam menyampaikan edukasi secara tepat sasaran, memperkuat pencatatan dan pelaporan data, serta meningkatkan koordinasi dalam pelaksanaan pendampingan keluarga di tingkat desa.

Aspek tersebut dinilai penting agar upaya pencegahan stunting tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi berlanjut pada pendampingan yang terarah sesuai kebutuhan keluarga.

Selain itu, pemahaman terhadap kebijakan dan strategi percepatan penurunan stunting terus diperkuat agar para pelaksana di lapangan mampu menjalankan tugas secara lebih terkoordinasi.

Febrin berharap, peningkatan kapasitas ini dapat memperkuat kesiapan tenaga lini lapangan dalam menjalankan perannya sebagai garda terdepan pembangunan keluarga.

“Dengan pengetahuan, keterampilan, dan koordinasi yang semakin baik, pendampingan keluarga berisiko stunting diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan berkesinambungan,” pungkasnya.

Melalui penguatan tenaga lini lapangan di 11 balai penyuluhan KB tersebut, DP3AP2KB Bengkulu Tengah mendorong agar edukasi dan pendampingan keluarga semakin efektif, sehingga upaya percepatan penurunan stunting dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat desa.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.