Gerakan Radin Inten Asri Digelar Serentak, Pasar Rakyat Bintuhan Jadi Fokus Kaur

oleh -30 Dilihat
oleh
TNI, aparat desa, dan warga kompak bersihkan Pasar Rakyat Inpres Bintuhan. Aksi gotong royong ini wujud sinergi menjaga kebersihan, kenyamanan pedagang, dan kelestarian lingkungan pesisir.-Foto : Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Ratusan personel TNI, unsur pemerintah daerah, Polri, organisasi kepemudaan, ormas, dan warga turun tangan membersihkan Kawasan Pasar Rakyat Inpres Bintuhan, Jumat (10/7/2026). Aksi ini bagian dari Gerakan Radin Inten Asri yang berlangsung serentak di Provinsi Bengkulu dan Lampung.

Komandan Kodim 0408/Bengkulu Selatan-Kaur, Letnan Kolonel Infanteri Angga Anugrah, melalui Perwira Penghubung Mayor Inf. Henri Marpaung, mengatakan gerakan ini merupakan tindak lanjut arahan Panglima Kodam XXI/Radin Inten dan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk meningkatkan kebersihan lingkungan secara masif, terutama di kawasan pesisir dan destinasi wisata.

“Kodim 0408/BSK berperan aktif menindaklanjuti arahan tersebut dengan melaksanakan kegiatan di Kabupaten Kaur. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersihan sebagai tanggung jawab bersama,” ujar Mayor Henri.

Di Bengkulu, Gerakan Radin Inten Asri dilaksanakan di 1.513 titik dengan tiga fokus utama: pembersihan kawasan pesisir, penataan destinasi wisata, serta pembersihan permukiman dan saluran drainase di wilayah pesisir. Di Kaur, titik konsentrasi kegiatan dipusatkan pada area pasar untuk meningkatkan kenyamanan pedagang dan pengunjung.

Kegiatan meliputi pengangkutan sampah, pembersihan saluran drainase, pemangkasan rumput liar, serta penataan fasilitas pasar. Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, OKP, ormas, dan masyarakat diharapkan menumbuhkan semangat gotong royong yang berkelanjutan.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kaur, Ujang Safiri, mewakili Bupati Kaur, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan gerakan tersebut. Menurut Ujang, inisiatif ini selaras dengan komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

“Kami mendukung penuh kegiatan ini dan berharap semangat gotong royong tidak berhenti pada momen ini saja, melainkan menjadi budaya di masyarakat,” kata Ujang.

Panitia menilai dampak kegiatan berskala masif ini tidak hanya meningkatkan kebersihan pasar tetapi juga berpotensi menjaga kelestarian ekosistem laut, mengurangi risiko banjir, serta menurunkan potensi penyebaran penyakit di lingkungan permukiman. Kodam XXI berharap gerakan ini menjadi awal pembentukan budaya kebersihan berkelanjutan di Lampung dan Bengkulu.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.