KLIKINFOBERITA.COM,- Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali merosot. Pada Sabtu (7/11/2026), harga emas turun Rp20.000 menjadi Rp2.545.000 per gram dari sebelumnya Rp2.565.000.
Penurunan juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback. Nilainya terkoreksi Rp20.000, dari Rp2.370.000 menjadi Rp2.350.000 per gram.
Kondisi ini membuat investor harus lebih waspada. Pasalnya, selisih antara harga jual dan buyback mencapai Rp195.000 per gram. Artinya, pemilik emas yang langsung menjual kembali emasnya berpotensi menanggung kerugian sebesar selisih tersebut.
Berikut rincian harga emas Antam pada 7 November 2026:
– Harga jual: Rp2.545.000 per gram.
– Harga buyback: Rp2.350.000 per gram.
– Selisih harga: Rp195.000 per gram.
Harga jual merupakan nilai yang dibayarkan masyarakat saat membeli emas di Logam Mulia. Sementara harga buyback adalah nilai yang diterima ketika menjual kembali emas kepada Antam.
Lebarnya selisih harga jual dan buyback menjadi tantangan bagi investor yang mengharapkan keuntungan dalam waktu singkat. Harga emas harus mengalami kenaikan cukup besar sebelum investor mampu menutup selisih tersebut dan memperoleh keuntungan.
Berdasarkan simulasi dengan harga buyback Rp2.350.000 per gram, investor yang membeli emas pada sejumlah periode sepanjang 2026 masih berpotensi mengalami kerugian.
Pembelian pada 31 Oktober 2026 dengan harga Rp2.526.000 per gram berpotensi rugi 6,97 persen. Sementara pembelian pada 7 Oktober 2026 seharga Rp2.580.000 berpotensi rugi 8,91 persen.
Kerugian semakin besar bagi investor yang membeli ketika harga emas berada di level tinggi. Pembelian pada 7 Februari 2026 seharga Rp2.920.000 per gram, misalnya, berpotensi rugi 19,52 persen apabila dijual berdasarkan harga buyback saat ini.
Sebaliknya, investor yang membeli emas sejak 2025 masih berpeluang menikmati keuntungan. Pembelian pada 7 Februari 2025 seharga Rp1.660.000 per gram berpotensi menghasilkan keuntungan 41,57 persen.
Penurunan harga emas Antam menjadi pengingat bahwa investasi emas tidak selalu menghasilkan keuntungan instan. Investor perlu memperhitungkan harga beli, harga buyback, dan jangka waktu investasi sebelum mengambil keputusan.
Emas memang kerap dijadikan instrumen penyimpan nilai kekayaan. Namun, tanpa strategi dan perhitungan matang, investor justru berisiko mengalami kerugian ketika harus menjual emas pada saat harga sedang melemah.
Karena itu, jangan hanya tergiur harga emas yang terlihat menarik. Pahami selisih harga jual dan buyback agar keputusan investasi tidak berujung pada kerugian.(Aisya)









