KLIKINFOBERITA.COM,- Suasana di halaman SDN 07 Kota Bengkulu berubah semarak setiap hari Sabtu pukul 16.00 WIB. Puluhan pasang mata memancarkan konsentrasi tinggi, tangan-tangan mungil kompak menabuh alat musik tradisional yang sarat makna.
Inilah Dol, warisan budaya Bengkulu yang terus dihidupkan melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah tersebut. Ekstrakurikuler kesenian Dol SDN 07 Kota Bengkulu digagas oleh Kepala Sekolah Priyanti Yuliana, M.Pd.Si., sebagai wujud komitmen melestarikan budaya sekaligus membentuk karakter siswa.
Menurut Priyanti, kehadiran ekstrakurikuler ini bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan upaya strategis agar anak-anak tidak hanya mengenal budaya daerahnya, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kerja sama, dan rasa percaya diri sejak dini. Dol sendiri adalah alat musik tradisional khas Bengkulu yang terbuat dari bonggol pohon kelapa dengan bagian atas dilapisi kulit sapi atau kambing, menghasilkan suara khas yang menggema dan mampu membangkitkan semangat siapa pun yang mendengarnya.
Latihan rutin dilaksanakan setiap hari Sabtu mulai pukul 16.00 hingga 17.30, dipandu langsung oleh pelatih berpengalaman bernama Riki yang dengan sabar membimbing setiap siswa memahami teknik bermain Dol. Dalam setiap sesi latihan, Riki menekankan pentingnya penguasaan tiga teknik dasar yang menjadi fondasi permainan Dol, yaitu Suwena yang dimainkan dengan tempo lambat dan biasanya digunakan untuk mengiringi suasana dukacita, Tamatam yang bertempo cepat dan penuh semangat untuk membangkitkan energi, serta Suwari yang merupakan pola pukulan satu-satu yang sering ditampilkan dalam kegiatan parade atau arak-arakan.
Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti setiap arahan pelatih, mereka belajar mendengarkan irama dengan saksama, mengatur kekuatan pukulan agar tidak terlalu keras atau terlalu pelan, serta mengoordinasikan gerakan tubuh agar selaras dengan rekan-rekan satu kelompok. Riki pun mengaku terkesan dengan semangat dan ketekunan para siswa yang terus berlatih meskipun terkadang menghadapi kesulitan dalam menyamakan ketukan dan ritme.
Keaktifan siswa dalam kegiatan ini tidak lepas dari dukungan penuh para guru pendamping, yakni Indah Febriyanti, S.Pd.Gr., dan Niswatun Zakiyah Lubis, S.Pd.Gr., yang senantiasa mendampingi setiap proses latihan serta memberikan motivasi kepada anak-anak agar terus bersemangat melestarikan budaya Bengkulu.
Kedua guru pendamping ini juga berperan dalam mengatur jadwal latihan, memastikan kehadiran siswa, serta membantu pelatih Riki dalam mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan. Antusiasme siswa semakin terlihat ketika mereka berlatih bersama dalam formasi melingkar, saling menyemangati satu sama lain, dan tertawa riang ketika berhasil memainkan pola pukulan dengan kompak. Kegiatan ini bahkan menjadi momen yang paling dinanti-nantikan oleh para siswa setiap pekannya.
Ke depan, SDN 07 Kota Bengkulu berencana mengikutsertakan para siswa dalam ajang “Tokok Dol” atau lomba pukul Dol yang kerap digelar pada perayaan hari besar maupun festival budaya di Kota Bengkulu. Dengan mengikuti ajang tersebut, pihak sekolah berharap siswa dapat mengasah kemampuan sekaligus memperkenalkan Dol ke panggung yang lebih luas, sekaligus menjadi kebanggaan bagi sekolah dan daerahnya. Semangat melestarikan Dol pun terus menyala, menandakan bahwa generasi muda Bengkulu tidak akan pernah melupakan akar budayanya.







