Dari Lemhannas ke Seluruh Indonesia: Walikota Bengkulu Siap Luncurkan “Ado Galo”, Super Apps Andalan Daerah

oleh -50 Dilihat
oleh
Walikota Dedy Wahyudi di Lemhannas memaparkan "Ado Galo" super apps terpadu untuk layanan publik. Jika sukses, Bengkulu siap berbagi model ini ke seluruh Indonesia. Peluncuran Agustus.-Foto: Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,– Inovasi digital Pemerintah Kota Bengkulu mencuri perhatian di tingkat nasional. Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mendapat kehormatan untuk menjadi Keynote Speaker dalam acara Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI.

Di hadapan para petinggi negara, termasuk Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya dan Gubernur Lemhannas TB Ace Hasan Syazili, pria yang akrab disapa Bang Dewa ini dengan percaya diri memaparkan rencana aksi strategis menuju Smart City di Kota Bengkulu. Kehadirannya bukan tanpa alasan. Ia merupakan alumni KPPD Angkatan II yang berhasil meraih predikat sebagai lulusan terbaik, sehingga dianggap paling relevan untuk berbagi pengalaman dan keberhasilan pembangunan di daerahnya.

Dalam pemaparannya, Dedy Wahyudi menyoroti masalah klasik yang menghambat efisiensi birokrasi digital di Indonesia, yaitu menjamurnya aplikasi layanan publik yang tumpang tindih. Hampir setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki aplikasi sendiri, mulai dari pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pengurusan KTP, hingga perizinan bangunan. Kondisi ini dinilai membebani masyarakat, terutama karena kapasitas memori ponsel yang terbatas dan proses instalasi yang merepotkan.

“Bayangkan, masyarakat harus mengunduh puluhan aplikasi hanya untuk mengurus satu atau dua keperluan. Ini tidak efektif,” tegas Dedy. Untuk menjawab tantangan ini, Pemerintah Kota Bengkulu berinisiatif menggagas sebuah terobosan besar: menghadirkan satu aplikasi terintegrasi yang diberi nama “Ado Galo”, yang dalam bahasa lokal berarti “Semuanya Ada”.

Konsep ini merupakan hasil adopsi dari studi banding yang dilakukannya di Singapura dan Korea Selatan. Terinspirasi oleh keberadaan SingPass di Singapura dan K-Gov di Korea, Bang Dewa yakin bahwa Bengkulu juga mampu memiliki super apps kebanggaan sendiri. “Tidak hanya untuk mengurus administrasi kependudukan atau pajak, warga bahkan bisa melaporkan kerusakan jalan atau fasilitas umum melalui aplikasi ini. Pokoknyo ado galo!” ujarnya penuh semangat.

Saat ini, aplikasi “Ado Galo” tengah memasuki tahap finalisasi yang krusial. Tim pengembang tengah fokus pada penguatan sistem keamanan siber untuk mengantisipasi ancaman peretasan serta penyempurnaan antarmuka agar ramah pengguna. Jika semua berjalan lancar, aplikasi kebanggaan warga Bengkulu ini direncanakan akan diluncurkan secara resmi pada Agustus mendatang.

Inovasi yang efisien dan terpusat ini bukan hanya memudahkan warga, tetapi juga mendapat respons serius dari pemerintah pusat. Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menyatakan ketertarikannya terhadap proyek percontohan ini. Jika implementasi di Bengkulu terbukti sukses, sistem ini berpotensi diadopsi sebagai model nasional.

“Pak Wamen minta saya untuk mempresentasikannya secara khusus nanti. Bahkan, jika sukses, konsep ini akan dibagikan ke seluruh daerah di Indonesia,” tutup Dedy Wahyudi dengan penuh optimisme, menandai langkah besar Kota Bengkulu dalam peta transformasi digital Indonesia.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.