Bupati dan Wakil Bupati Kaur Beri Dukungan Moral kepada Keluarga Korban Tenggelam

oleh -11 Dilihat
oleh
Bupati Kaur Gusril Pausi dan Wabup Abdul Hamid mengunjungi rumah duka Renaldi Alfarozi, menyerahkan santunan BAZNAS dan menyampaikan dukungan moral kepada keluarga yang berduka.-Foto : Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Bupati Kaur Gusril Pausi dan Wakil Bupati Abdul Hamid berkunjung ke rumah keluarga mendiang Renaldi Alfarozi bin Martayuti di Desa Rigangan I, Kecamatan Kelam Tengah, pada Kamis (4/6/2026) guna menyampaikan rasa duka dan memberikan dukungan moral. Dalam kunjungan ini, ikut serta Sekretaris Daerah Dr. Nasrur Rahman dan beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Renaldi, seorang siswa dari MTsN 5 Kaur dan warga Desa Rigangan II, dilaporkan tenggelam ketika sedang mandi bersama teman setelah merayakan kelulusan di Pantai Air Langkap pada Sabtu (30/5/2026). Setelah dilakukan pencarian secara bersama, jasadnya ditemukan pada hari Minggu (31/5/2026).

Kedatangan para pejabat daerah disambut baik oleh ayah mendiang, Martayuti (57), beserta anggota keluarga yang sedang berduka. Dalam pernyataannya, Bupati Gusril meminta maaf karena baru bisa hadir akibat padatnya jadwal pemerintahan, tapi menekankan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk empati pemerintah kepada keluarga korban.

“Kami, pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Kaur sangat berduka cita atas kepergian ananda Renaldi. Kehadiran kami di sini adalah untuk menunjukkan simpati dan dukungan moral,” kata Gusril.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menerima ujian ini sebagai takdir dari Allah SWT dan berdoa agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. “Mari kita doakan agar mendiang diterima amal baiknya, dan keluarganya diberikan kesabaran,” imbuhnya.

Martayuti mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang dianggapnya telah meringankan beban keluarga. Dalam kesempatan itu, Bupati juga memberikan santunan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kaur sebagai bantuan bagi keluarga.

Kunjungan ini juga diartikan sebagai ajakan kepada masyarakat setempat untuk saling mendoakan dan memaafkan segala kesalahan mendiang semasa hidupnya. Peristiwa ini menyisakan kesedihan yang mendalam bagi keluarga, teman-teman sekolah, dan warga Desa Rigangan.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.