BPS: Desil di DTSEN Bukan Ukuran Mutlak Kemiskinan, Melainkan Peringkat Relatif Kesejahteraan

oleh -102 Dilihat
oleh
Tim BPS tengah memasukkan dan memeriksa data DTSEN versi 2026. Validasi ini menentukan penempatan desil keluarga sehingga kebijakan dan bantuan sosial bisa ditargetkan sesuai kebutuhan riil.-Foto: Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan bahwa desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) merupakan pemeringkatan relatif tingkat kesejahteraan keluarga, bukan ukuran mutlak kemiskinan, pendapatan, atau kekayaan. Pernyataan ini disampaikan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8).

“Desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi. Oleh karena itu, angka desil perlu dipahami sebagai gambaran posisi relatif dalam pemeringkatan kesejahteraan, bukan sebagai ukuran tunggal kondisi ekonomi suatu keluarga,” kata Amalia.

Dalam DTSEN, setiap keluarga ditempatkan ke dalam salah satu dari 10 kelompok desil berdasarkan tingkat kesejahteraan relatif. Desil 1 menandakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sementara desil 10 berada pada tingkat relatif paling tinggi. Penentuan desil tidak semata-mata berdasarkan penghasilan.

Menurut BPS, pemeringkatan desil mempertimbangkan beragam aspek kehidupan rumah tangga, antara lain kondisi perumahan, sumber air minum, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya dan konsumsi listrik, komposisi keluarga, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, kondisi kesehatan, serta keberadaan disabilitas. Semua indikator tersebut diolah bersama menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT).

“Karena berbagai karakteristik dihitung secara bersama-sama, satu indikator saja tidak otomatis menentukan posisi desil sebuah keluarga,” jelas BPS dalam penjelasannya. BPS juga menekankan bahwa desil bukanlah daftar penerima bantuan sosial. Data DTSEN hanya menjadi salah satu dasar bagi kementerian atau lembaga untuk menentukan target atau prioritas program sesuai tujuan dan ketentuan masing-masing.

Posisi desil sebuah keluarga bisa berubah seiring perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga itu sendiri atau perubahan posisi relatifnya dibanding keluarga lain. Namun perubahan pada satu indikator tidak serta-merta mengubah penetapan desil karena penilaian didasarkan pada keseluruhan karakteristik.

Per 10 Juli 2026, DTSEN Versi 3 Tahun 2026 mencatat 290,13 juta data individu dan 95,98 juta data keluarga. BPS mengimbau masyarakat yang menemukan ketidaksesuaian data diri atau keluarganya untuk segera mengajukan pembaruan melalui saluran resmi, seperti Cek Bansos, SIKS-NG melalui operator desa/kelurahan, atau layanan Cek DTSEN.

“Partisipasi masyarakat dalam memastikan informasi diri dan keluarganya sesuai kondisi sebenarnya juga menjadi bagian penting dari proses tersebut,” tutup Amalia.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.