BOIKOT DPC PPP Bengkulu! 8 Cabang Tolak Muswil X. ‘Kami Patuh Hukum, Tolak Dualisme’– Fepi Suheri. PPP Solid atau Pecah

oleh -26 Dilihat
oleh
Muswil PPP Bengkulu diambang kegagalan? 8 DPC boikot, dualisme kepemimpinan mengguncang partai.-Foto :Dedi/klikinfoberita.com.

KLIKINFOBERITA.COM,-Suasana politik Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Provinsi Bengkulu memanas menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) X Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP. Sebanyak delapan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) plus tiga sekretaris DPC secara tegas menolak hadir dalam acara yang digelar Kamis siang ini (5/2/2026) di sebuah hotel mewah di Kota Bengkulu. Keputusan ini mengguncang fondasi Muswil, berpotensi membuatnya batal total di tengah gejolak dualisme kepemimpinan partai.

Pernyataan sikap penolakan disuarakan oleh lima DPC secara lengkap, melibatkan ketua dan sekretarisnya. Sementara itu, tiga DPC lain diwakili sekretaris saja. Daftar DPC pemboikot mencakup Bengkulu Tengah, Kaur, Kota Bengkulu, Kepahiang, Seluma, Lebong, Rejang Lebong, serta Bengku­lu Selatan . Langkah ini menunjukkan solidaritas kuat cabang-cabang akar rumput terhadap prinsip hukum partai

Ketua DPC PPP Bengkulu Tengah, Fepi Suheri, menjadi juru bicara utama. Dengan nada tegas, ia mengonfirmasi kesepakatan bersama para ketua dan sekretaris DPC. “Kami sepakat tidak menghadiri Muswil X. Sikap kami netral, tidak berpihak pada kubu mana pun di tengah dinamika internal PPP saat ini,” tegas Fepi.

Fepi mengaku bingung dengan kondisi dualisme kepemimpinan antara DPW dan DPP. “Kami serba salah. Sebagai struktur partai, kami patuh pada AD/ART dan kebijakan resmi. Namun, kami hanya ikut Muswil yang atas instruksi DPP sah, ditandatangani Ketum dan Sekjen yang diakui SK Menkumham Oktober 2025,” lanjutnya. Ia menolak segala bentuk dualisme, menuntut legitimasi hukum mutlak.

Boikot ini bukan sekadar absen fisik, melainkan seruan damai untuk PPP. Fepi mengajak seluruh elit partai menciptakan iklim guyub rukun. “Esampingkan kepentingan pribadi atau kelompok. PPP harus fokus pada kerja keumatan dan kebangsaan. Kami rindu PPP yang solid, islami, dan bersatu membangun bangsa,” pesannya.

Fepi menekankan, boikot bukan akhir, tapi panggilan introspeksi. Ia mengingatkan PPP sebagai partai berlambang Ka’bah harus jadi teladan persatuan umat. “Mari kita bangun PPP yang kembali glori, berbasis nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin,” tutupnya.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.