Berani Mengatakan Tidak Lokakarya Anti-Bullying di SDN 07 Bengkulu Bersama Polresta

oleh -71 Dilihat
oleh
Lokakarya Anti-Bullying SDN 07 Bengkulu bareng Polresta ajarkan siswa lawan perundungan fisik, verbal, Dan sosial. Laporkan, hentikan kekerasan.-Foto:s.man/klikinfoberita.com.

KLIKINFOBERITA. COM – Meningkatnya kasus perundungan di kalangan pelajar mendorong SD Negeri 07 Kota Bengkulu bekerja sama dengan Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bengkulu untuk mengadakan lokakarya bertajuk “Anti-Bullying: Berani Bersuara, Hentikan Kekerasan”. Kegiatan yang berlangsung di area sekolah pada Kamis pagi (23/5) ini ditujukan untuk siswa kelas 4, 5, dan 6, serta dihadiri oleh seluruh pengajar dan staf.

Sebagai narasumber utama, Pak Eko dari Bagian Bimbingan Masyarakat (BIMAS) Polresta Bengkulu hadir untuk memberikan penjelasan. Ia menjabarkan tiga jenis perundungan utama: fisik (seperti memukul, mendorong), verbal (seperti mengejek, menghina), dan sosial (seperti mengucilkan, menyebarkan rumor). “Perundungan bukan hanya masalah remaja, tetapi juga bisa berimplikasi hukum. Jika kalian menyaksikan atau mengalaminya, jangan tinggal diam. Laporkan kepada guru, orang tua, atau langsung ke pihak berwajib,” tegas Pak Eko di depan peserta yang hadir.

Lokakarya ini juga dihadiri oleh Kepala SD Negeri 07, Priyanti Yuliana, M. Pd. , bersama dengan tim dari BIMAS Polresta Bengkulu. Dalam sambutannya, Priyanti mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan dari kepolisian. “Kami ingin membangun suasana belajar yang aman dan nyaman untuk semua anak. Lokakarya ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran bahwa bullying tidak boleh diterima,” ujarnya.

Kegiatan menjadi semakin interaktif saat sesi tanya jawab dibuka. Beberapa siswa menceritakan pengalaman mereka yang pernah diejek atau dijauhi oleh teman-teman. Pak Eko memberikan saran tegas namun tetap santun: katakan “berhenti”, lalu segera laporkan kepada orang dewasa terdekat. Para pengajar yang hadir juga mendapatkan bimbingan mengenai cara mendeteksi tanda-tanda perundungan sejak dini.

Acara diakhiri dengan pembacaan deklarasi anti-perundungan oleh tiga perwakilan kelas dan sesi foto bersama. Melalui pendidikan ini, diharapkan tidak ada lagi siswa yang merasa takut untuk bersekolah karena tekanan dari rekan-rekannya, serta terbentuk budaya saling menghormati dan melindungi di lingkungan SD Negeri 07 Kota Bengkulu.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.