Ary Rahmad, Pemuda Inspiratif Bengkulu Tengah: “Para Senior Seharusnya Mengedukasi, Bukan Mengkritik”

oleh -128 Dilihat
oleh
Ary Rahmad, Pemuda Menginspirasi dari Bengkulu Tengah: “Para senior seharusnya memberikan pendidikan, bukan hanya mengkritik. ” Ia mengajak PPP untuk kembali pada nilai-nilai moral, persatuan, dan kepemimpinan yang dapat membimbing anak muda.-Foto : Dedy/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Keadaan di dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akhir-akhir ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk generasi muda yang peduli dengan masa depan politik yang berlandaskan nilai-nilai agama. Salah satu suara yang mengemuka adalah Ary Rahmad, tokoh muda serta pembuat konten kreator dari Kabupaten Bengkulu Tengah. Ia merasa sangat prihatin dan sedih melihat serangkaian peristiwa yang terjadi di dalam partai yang memuat simbol Ka’bah tersebut, yang dinilainya jauh dari harapan masyarakat.

Ary menegaskan bahwa sebagai partai yang berhasil meraih kemenangan dan memiliki sejarah panjang serta dukungan yang solid, sangat tidak pantas jika konflik terus mewarnai perjalanan organisasi ini. Ia menyatakan bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang lumrah dan sering terjadi dalam setiap organisasi politik. Sebaliknya, perbedaan seharusnya menjadi aset yang memperkaya ide-ide, bukannya menjadi penyebab perpecahan yang merugikan citra partai.

Namun, keadaan yang terjadi saat ini baginya telah melampaui batas. “Saya bertanya-tanya, mengapa saat ini para kader PPP tampak melupakan dan tidak lagi menghormati makna lambang Ka’bah sebagai pusat umat Islam? Sebagai partai yang mengusung nilai-nilai agama, seharusnya PPP menjadi contoh dalam menjaga etika, moral, serta budaya damai dan persatuan. Yang terlihat justru bertolak belakang, dimana pertikaian dan ketegangan menjadi hal biasa,” ujarnya dengan nada kecewa, Jumat (22/5/2026).

Poin paling kuat disampaikan Ary tentang pola hubungan antarkader, terkhusus antara generasi tua dan muda dalam partai. Ia menekankan pentingnya menciptakan budaya kepemimpinan yang baik. “Saya ingin menyampaikan pesan penting kepada semua elemen di PPP: PARA SENIOR HARUSNYA MENGEDUKASI, BUKAN MENGKRITIK. Ada pepatah yang mengatakan bahwa pemimpin adalah pemandu moral, dan mereka yang lebih tua atau berpengalaman seharusnya berperan sebagai guru yang membimbing, bukan sebagai sosok yang menekan atau mempermalukan generasi muda,” jelasnya.

Sebagai putra daerah, Ary berharap PPP dapat kembali menemukan jati dirinya. Ia mengingatkan, masyarakat, terutama para pemilih di Bengkulu Tengah, memiliki harapan besar agar partai ini tetap berpegang pada nilai akhlak dan persatuan. Konflik yang berkepanjangan hanya akan mengikis kepercayaan publik. Ia berpendapat bahwa kader yang beradab menjadi kekuatan utama, dan harmoni internal adalah kunci agar PPP tetap dicintai dan dipercaya oleh rakyat. Saatnya semua kader merendahkan ego, duduk bersama, dan menyelesaikan masalah lewat musyawarah demi kemajuan partai dan kepentingan umat.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.