Dosen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Terima Penghargaan dari BMA dan Bupati Lebong karena Dedikasi terhadap Budaya Rejang

oleh -39 Dilihat
oleh
Reko Serasi, dosen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, menerima penghargaan dari Bupati dan BMA Lebong atas dedikasi melestarikan budaya Rejang.-Foto : Istimewa/klikinfoberita.com.

KLIKINFOBERITA.COM,- Komitmen dalam melestarikan tradisi dan nilai-nilai budaya Rejang membawa dosen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Reko Serasi, mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Lebong serta Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Lebong.

Penghargaan ini disampaikan oleh Bupati Lebong, Azhari, dalam acara pelantikan Ketua dan Pengurus BMA Kabupaten Lebong yang berlangsung dengan khidmat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Lebong. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghormatan atas usaha dan sumbangsih Reko Serasi dalam melestarikan, mengembangkan, dan mengajarkan nilai-nilai budaya lokal serta adat Rejang di wilayah Bumi Swarang Patang Stumang.

Reko Serasi selama ini dikenal aktif berkontribusi dalam penelitian, pendampingan, serta edukasi mengenai budaya di tengah masyarakat. Selain berprofesi sebagai dosen, ia juga merupakan mahasiswa Program Doktor Linguistik Terapan di Universitas Bengkulu dengan fokus riset mengenai adat dan budaya suku Rejang. Kinerjanya dinilai mampu menjadi jembatan antara dunia akademik dan pelestarian budaya lokal, berperan tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai penggerak yang konsisten dalam memperkuat identitas budaya daerah di tengah perkembangan zaman.

Reko Serasi menginisiasi berbagai kegiatan budaya melalui organisasi Putera Puteri Kebudayaan Bengkulu, yang mencakup dokumentasi cerita rakyat, pelestarian kuliner tradisional, serta pengembangan materi ajar yang menggunakan kearifan lokal. Salah satu karyanya yang menarik perhatian adalah buku berjudul English For Tourism yang mengangkat nilai-nilai budaya daerah dalam proses pembelajaran.

Bupati Lebong, Azhari, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan lembaga adat dalam melindungi keberadaan budaya daerah. “Peranan akademisi sangat krusial dalam merawat dan mendokumentasikan budaya lokal. Kami berharap usaha seperti yang dilakukan oleh Reko Serasi bisa terus berlanjut demi pelestarian identitas budaya Lebong,” kata Bupati.

Ketua BMA Kabupaten Lebong, Arianto, menyebutkan penghargaan tersebut sebagai lambang kehormatan bagi putra daerah yang berkomitmen dalam menjaga budaya Rejang. Ia berharap kerjasama antara BMA, pemerintah daerah, dan kalangan akademisi dapat terus diperkuat.

Menanggapi penghargaan yang diterimanya, Reko Serasi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih. “Bagi saya, tugas dosen bukan hanya sebatas mengajar di dalam kelas, tetapi juga harus memiliki dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam melindungi akar budaya sebagai identitas bangsa,” ucapnya.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.