Himbauan Darurat Kalak BPBD Bengkulu Tengah: Waspada Banjir, Jaga DAS demi Keselamatan Bersama

oleh -22 Dilihat
oleh
Rachmat Hidayat, S. E. , Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu Tengah.-Foto : Dedi,adv/klikinfoberita.com.

KLIKINFOBERITA.COM,- Setelah banjir bandang melanda beberapa wilayah akibat hujan deras yang ekstrem di akhir pekan lalu, Rachmat Hidayat, S. E. , selaku Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu Tengah, mengeluarkan peringatan darurat bagi masyarakat, terutama bagi penduduk yang tinggal di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS).

Rachmat Hidayat menekankan pentingnya kewaspadaan tinggi terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor, terutama di musim hujan yang diprediksi akan berlanjut hingga bulan Mei. “Curah hujan yang lebih dari 100 mm per hari telah menyebabkan banjir di Kecamatan Karang Tinggi dan Taba. Jangan anggap remeh, keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama,” jelasnya.

Peringatan utama berfokus pada pelestarian lingkungan DAS. Rachmat menegaskan larangan keras untuk membuang sampah sembarangan ke sungai, melakukan penebangan liar di kawasan hutan lindung, serta membuka lahan secara sembarangan di lereng bukit. “Sampah dan erosi mempercepat pendangkalan sungai, yang berpotensi memicu banjir mendadak. Mari bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian sungai kita,” serunya.

Ia mengungkapkan bahwa kerusakan ekosistem DAS menyebabkan 150 rumah terendam, dan 200 orang harus mengungsi pada pekan lalu. “Tanpa langkah konkret, risiko terjadinya longsor akan meningkat hingga 30 persen. Setiap warga adalah pelindung alam,” ucapnya menambahkan.

Masyarakat diimbau agar selalu memantau ramalan cuaca yang disediakan oleh BMKG melalui aplikasi resmi, serta memperhatikan tanda-tanda seperti kenaikan debit air atau retakan tanah. Segera pindah ke daerah yang lebih tinggi jika ada ancaman, dan laporkan situasi tersebut ke BPBD terdekat.

BPBD Bengkulu Tengah telah menyiapkan tim ada dalam kondisi siaga selama 24 jam, dilengkapi dengan drone untuk pemantauan dan perahu karet. “Kami tidak sendirian; partisipasi masyarakat sangat penting untuk mencegah bencana. Bersama, Bengkulu Tengah akan lebih kuat,” tutup Rachmat.

Dengan peringatan ini, diharapkan tidak ada korban jiwa di masa mendatang.(adv)

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.