Kabut Asap Karhutla Merambah Mukomuko, Kapolres Bergerak Bagikan 1.000 Masker

oleh -24 Dilihat
oleh
PEDULI KESEHATAN: Kapolres Mukomuko AKBP Riky Crisma Wardana bersama Ketua Bhayangkari Cabang Mukomuko membagikan 1.000 masker gratis kepada masyarakat dan siswa sekolah guna mengantisipasi dampak kabut asap karhutla.-Foto : Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Kabut asap kiriman yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan mulai menyelimuti Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Ancaman gangguan pernapasan pun menjadi perhatian. Merespons kondisi tersebut, Kapolres Mukomuko AKBP Riky Crisma Wardana, S.I.K., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Mukomuko dan instansi terkait turun langsung membagikan 1.000 masker gratis kepada masyarakat, Kamis (22/10/2026).

Langkah ini menjadi upaya antisipasi untuk mengurangi risiko paparan kabut asap, terutama bagi masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar rumah. Anak-anak sekolah juga menjadi perhatian karena rentan terdampak pencemaran udara.

Pembagian masker dilakukan di sejumlah titik, termasuk di lingkungan SDIT Al Kautsar, Kabupaten Mukomuko. Kapolres bersama Ketua Bhayangkari Cabang Mukomuko, Kepala Dinas Kesehatan, Kasat Lantas, Kasat Samapta, serta personel Polres Mukomuko terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

Kapolres Mukomuko AKBP Riky Crisma Wardana mengatakan, pembagian masker dilakukan setelah kabut asap dari wilayah yang mengalami karhutla mulai berdampak hingga ke Mukomuko.

“Kami membagikan seribu masker kepada masyarakat Kabupaten Mukomuko. Kita ketahui, saat ini terjadi karhutla di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan sehingga asapnya berdampak hingga ke wilayah kita. Kami mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan,” ujarnya.

Ia meminta masyarakat tidak mengabaikan kondisi udara yang berkabut. Warga diimbau menggunakan masker saat keluar rumah maupun ketika beraktivitas di luar kendaraan untuk mengurangi paparan asap yang dapat memicu gangguan pernapasan.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Mukomuko agar menggunakan masker saat keluar rumah. Ini penting untuk menjaga kesehatan dan mengurangi risiko sesak napas, ISPA, serta gangguan pernapasan lainnya,” tegasnya.

Di tengah meluasnya kabut asap, Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko menyiagakan 17 puskesmas untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan kesehatan pada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Jajat Sudrajat, SKM., mengatakan pihaknya telah menyampaikan imbauan agar masyarakat membatasi paparan asap, menggunakan masker saat keluar rumah, dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan pernapasan.

“Kami dari Dinas Kesehatan memiliki 17 puskesmas. Kami sudah menyampaikan imbauan terkait kondisi saat ini. Masyarakat diharapkan menggunakan masker saat keluar rumah dan segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gangguan pernapasan,” kata Jajat.

Kesiapsiagaan fasilitas kesehatan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi untuk menghadapi kemungkinan dampak kabut asap terhadap warga. Masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan, diminta lebih waspada apabila kualitas udara memburuk.

Selain mengantisipasi dampak kabut asap, Kapolres Mukomuko menegaskan pentingnya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah setempat.

Menurutnya, hingga saat ini belum ditemukan kasus karhutla di Kabupaten Mukomuko. Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat masyarakat lengah. Warga diminta bersama-sama menjaga kelestarian hutan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada karhutla di Kabupaten Mukomuko. Kami mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kelestarian hutan dan tidak sengaja membakar lahan. Jika ditemukan pelanggaran, akan kami proses sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tegasnya.

Polres Mukomuko bersama Dinas Kesehatan dan instansi terkait terus melakukan langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Pembagian 1.000 masker menjadi salah satu upaya perlindungan awal. Namun, kewaspadaan masyarakat tetap diperlukan. Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap menebal, menggunakan masker yang sesuai, dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami sesak napas atau keluhan pernapasan lainnya.

Di sisi lain, pencegahan karhutla harus menjadi perhatian bersama agar kebakaran tidak meluas dan menambah ancaman terhadap kesehatan maupun lingkungan.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.