Harles Feferman: Intervensi Terpadu Kunci Turunkan Stunting di Kaur

oleh -11 Dilihat
oleh
Tim TPPS Kabupaten Kaur mengikuti rakor virtual, menyusun langkah terpadu intervensi gizi dan sanitasi. Upaya ini dimaksudkan mempercepat penurunan angka stunting dan perbaikan kualitas SDM.-Foto: Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kaur memperkuat langkah strategis untuk menekan angka stunting melalui peningkatan sinergi antar OPD dan koordinasi lintas sektor. Pernyataan itu disampaikan Asisten I Pemerintah Kabupaten Kaur, Harles Feferman, MM, usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) virtual yang digelar pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Rakor yang mempertemukan pemangku kepentingan dari wilayah Sumatra tersebut menjadi wadah evaluasi capaian program penurunan stunting sekaligus merumuskan rencana kerja terpadu ke depan. Menurut Harles, pertemuan ini penting untuk menyelaraskan kebijakan dan memperkuat kolaborasi antarinstansi agar semua program dapat terlaksana secara efektif dan berkelanjutan.

“Rakor ini sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dan koordinasi antar pemerintah daerah di wilayah Sumatra. Kegiatan ini menjadi forum penting untuk mengevaluasi perkembangan program penurunan stunting sekaligus merumuskan langkah strategis yang dapat dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan,” kata Harles.

Ia menegaskan bahwa pencegahan stunting bukan sekadar tugas sektor kesehatan. Upaya menurunkan prevalensi gizi buruk itu memerlukan keterlibatan lintas sektor, antara lain dinas kesehatan, pendidikan, pertanian, layanan sosial, hingga pemerintah desa. Pendekatan multi-sektoral diharapkan mempercepat intervensi gizi sensitif dan spesifik, seperti peningkatan akses pangan bergizi, program pemberian makanan tambahan, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih.

Harles menjelaskan bahwa TPPS Kabupaten Kaur telah menyusun rencana kerja tahunan yang memuat target jelas, indikator capaian, serta mekanisme pemantauan. “Apa yang menjadi tugas TPPS Kabupaten Kaur harus benar-benar terealisasi dengan baik, sehingga bisa menekan angka stunting,” ujarnya.

Selain perencanaan, penguatan kapasitas kader kesehatan dan peningkatan kualitas layanan posyandu juga menjadi prioritas. TPPS mendorong pelibatan aktif masyarakat dan tokoh lokal untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan pola asuh yang sehat. Intervensi berbasis keluarga, kata Harles, diperlukan agar dampak program bersifat berkelanjutan dan menyentuh akar masalah.

Data dan pemantauan berkala disebutnya penting untuk mengukur efektivitas intervensi. Dengan evaluasi rutin, pembuat kebijakan dapat menyesuaikan strategi berdasarkan temuan lapangan sehingga alokasi sumber daya lebih tepat sasaran.

Rakor ini diharapkan menghasilkan komitmen nyata dari seluruh pihak terkait sehingga TPPS Kabupaten Kaur dapat mempercepat penurunan angka stunting dan berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.