Dol Berdentum, Budaya Bersemi: Ekstrakurikuler Dol SDN 07 Kota Bengkulu Tumbuhkan Generasi Cinta Tanah Air

oleh -15 Dilihat
oleh
Anak-anak SDN 07 Bengkulu menabuh Dol dengan semangat, merakit alat dari barang daur ulang. Harmoni lintas kelas tumbuhkan cinta budaya, karakter, dan kebersamaan sejak dini.-Foto : s.man/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,– Suasana berbeda menyelimuti halaman SD Negeri 07 Kota Bengkulu setiap hari Sabtu. Di tengah hiruk-pikuk bermain anak-anak, justru terdengar dentuman ritmis yang menggema dari puluhan pasang tangan mungil yang bersemangat memukul alat musik tradisional Dol. Tahun ini, program yang sebelumnya diikuti siswa kelas 4 hingga 6 kini diperluas menjangkau seluruh jenjang, dari kelas 1 sampai 6. Anak-anak bungsu pun turut serta dengan penuh keceriaan, menabuh Dol kecil sesuai kapasitas mereka, sementara kakak-kakak kelasnya menunjukkan harmoni yang lebih terstruktur.

Di bawah bimbingan pelatih Riki serta guru pendamping Niswatun Zakiyah Lubis, S.Pd dan Indah Febriyanti, S.Pd.Gr, para siswa tampak asyik mendalami seni pukul khas Bengkulu ini. Kehadiran siswa kelas 1 hingga 3 memberi warna baru: tanggung jawab kakak kelas membantu adik-adiknya belajar dasar ritme, sementara guru lebih intensif mendampingi dengan pendekatan bermain sambil belajar. Inklusivitas ini menjadi nilai tambah yang mempererat rasa kekeluargaan di sekolah.

Ekstrakurikuler Dol bukan sekadar ajang bermain musik. Lebih dari itu, program berjuluk “DOL Belanang Kecik” ini mengemas pembelajaran yang kaya nilai. Para siswa tidak hanya diajarkan teknik menabuh yang tepat, tetapi juga diajak merakit sendiri alat musik dari bahan-bahan daur ulang, seperti ember bekas dan kaleng besar. Proses kreatif ini secara alami mengasah imajinasi, melatih ketelitian, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab. Tak ketinggalan, kerja sama tim pun terbangun kuat ketika mereka harus selaras dalam menciptakan harmoni nada lintas angkatan.

Kepala Sekolah Priyanti Yuliana, M.Pd, SI menegaskan bahwa ekstrakurikuler ini dirancang sebagai wahana pembentukan karakter dan pelestarian budaya. “Kami ingin siswa tumbuh tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga terampil dan berakhlak mulia. Dengan melibatkan semua kelas, kami menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak dini. Dol adalah warisan leluhur yang wajib kita jaga dan wariskan,” ujarnya penuh harap. Komitmen ini sejalan dengan predikat sekolah Adiwiyata yang telah lama disandang, serta partisipasi aktif SDN 07 dalam berbagai ajang seperti Yo Botoi-Botoi Festival yang menjadi ajang unjuk kebolehan siswa.

Antusiasme siswa terhadap kegiatan ini sangat tinggi. Mereka datang lebih awal, bersemangat membawa alat masing-masing, dan tak jarang berlama-lama berlatih hingga waktu usai. Dedikasi pelatih Riki yang bertindak sebagai fasilitator inspiratif, serta dukungan penuh dari para guru pendamping, menjadi kunci sukses program ini. Dengan latihan rutin yang terus diintensifkan dan keterlibatan semua angkatan, ekstrakurikuler Dol diharapkan tidak hanya mencetak generasi berkarakter tangguh, tetapi juga melahirkan duta-duta budaya Bengkulu yang mampu membawa nama daerah ke panggung nasional bahkan internasional. Dentuman Dol bukan sekadar bunyi, melainkan detak jantung budaya yang terus berdegup di sekolah ini, dari yang terkecil hingga yang tertua, bersama menjaga warisan nusantara.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.