Presiden Tegaskan Petani dan Nelayan Garda Pangan, Pemerintah Genjot Swasembada Pangan dan Energi

oleh -14 Dilihat
oleh
Prabowo menyapa peserta PENAS XVII di Sport Center Limboto, menegaskan peran petani-nelayan dalam ketahanan pangan dan rencana peluncuran B50.-Foto : Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Presiden Joko Prabowo Subianto menegaskan bahwa petani dan nelayan adalah garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. Pernyataan itu disampaikan saat membuka Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu, 24 Juni 2026, di hadapan ribuan peserta dari seluruh Indonesia.

“Dari sawah hingga lautan, petani dan nelayan menjadi penggerak utama dalam menjaga ketersediaan pangan bangsa,” kata Presiden Prabowo dalam sambutannya. Ia menegaskan upaya memperkuat serta menyejahterakan rakyat merupakan perjuangan yang terus dipegangnya selama puluhan tahun.

Presiden menjelaskan tujuan kemerdekaan Indonesia bukan sekadar simbol; melainkan untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat. “Pembangunan harus memberikan manfaat nyata: peningkatan kesejahteraan, akses pendidikan, layanan kesehatan, serta kesempatan hidup yang lebih layak bagi masyarakat,” ujar Prabowo.

Salah satu fokus utama pemerintah, menurut Presiden, adalah mewujudkan swasembada pangan sebagai fondasi kemandirian nasional. Prabowo menilai capaian sektor pangan kini mulai menunjukkan hasil yang nyata, sehingga memperkuat posisi Indonesia menghadapi tantangan global seperti fluktuasi harga dan gangguan rantai pasok.

Untuk mengokohkan ketahanan pangan, pemerintah mendorong modernisasi pertanian dan perikanan melalui teknologi, peningkatan infrastruktur, perluasan akses permodalan, serta penguatan kelembagaan petani dan nelayan. “Kita akan terus mendukung transfer teknologi, perbaikan irigasi, dan penguatan rantai pasok agar hasil tani dan tangkap dapat bernilai tambah,” kata Presiden.

Selain kedaulatan pangan, Prabowo menekankan pentingnya swasembada energi. Ia mengumumkan rencana peluncuran bahan bakar B50 pada Juli mendatang sebagai bagian strategi mengurangi ketergantungan impor energi dan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya dalam negeri. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan upaya mempertahankan stabilitas ekonomi dan mendukung aktivitas produktif masyarakat.

Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai elemen bangsa yang berkontribusi pada pembangunan, termasuk petani, nelayan, buruh, ulama, santri, prajurit TNI, anggota Polri, serta Aparatur Sipil Negara. “Persatuan dan kerja sama seluruh elemen bangsa adalah modal utama untuk mewujudkan Indonesia yang semakin maju, kuat, dan sejahtera,” ujarnya.

Acara PENAS XVII menampilkan pameran teknologi pertanian, forum diskusi kebijakan, serta penghargaan bagi inovator di sektor pertanian dan perikanan. Panitia melaporkan kehadiran delegasi dari seluruh provinsi, dengan sejumlah program bantuan dan pelatihan yang segera disalurkan ke daerah-daerah prioritas.

Dengan dorongan kebijakan yang berpihak pada petani dan nelayan serta langkah strategis di bidang energi, pemerintah berharap mampu mempercepat laju pemulihan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan petani serta nelayan di seluruh tanah air.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.