KLIKINFOBERITA.COM,- Wakil Gubernur Bengkulu Mian memimpin pertemuan terbatas dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong di Kantor Bupati Rejang Lebong, pada hari Senin (25/5) siang. Rapat ini membahas upaya percepatan dan penyelesaian program infrastruktur jalan provinsi di area Rejang Lebong.
Pertemuan ini dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt. ) Bupati Rejang Lebong Hendri Praja, Sekretaris Daerah, beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD) setempat, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu Tejo Suroso. Tema utama yang dibahas mencakup evaluasi kemajuan proyek yang dimulai sejak 2025 dan rencana penyelesaian tahap akhir pada 2027.
Mian menekankan kesungguhan pemerintah provinsi untuk meratakan pembangunan infrastruktur di seluruh kabupaten. “Sesuai instruksi Gubernur Helmi Hasan, program perbaikan jalan pada tahun 2026–2027 harus menjadi perhatian semua pihak. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan antar daerah. Setiap kabupaten akan mendapatkan prioritas dalam upaya menciptakan jaringan jalan provinsi yang mulus pada tahun 2028,” ujar Mian.
Mian menambahkan bahwa beberapa ruas jalan provinsi di Rejang Lebong sudah mulai diperbaiki sejak 2025, termasuk peningkatan Jalan Apur dan beberapa titik strategis lainnya. Proyek yang sedang berlangsung akan dilanjutkan tahun ini dengan target penyelesaian bertahap hingga 2027.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Tejo Suroso memaparkan dua proyek utama yang akan dilaksanakan di Rejang Lebong pada tahun 2026: penanganan longsor di jalur Beringin Tiga–Bengko dan peningkatan Jalan Curup–Air Dingin. “Untuk proyek Jalan Curup–Air Dingin, anggarannya lebih dari Rp5 miliar. Penanganan longsor di Beringin Tiga–Bengko juga mendapatkan alokasi sekitar Rp5 miliar dan saat ini sedang dalam proses lelang,” tuturnya.
Tejo mengingatkan agar pelaksanaan proyek tetap mempertimbangkan kondisi pasar, terutama perubahan harga minyak industri yang memengaruhi biaya konstruksi. Semua pihak diharapkan untuk berkoordinasi dengan baik agar proyek dapat berjalan tepat waktu, anggaran dipakai secara efisien, dan manfaat pembangunan dapat segera dirasakan oleh masyarakat.







