HIMBAUAN BPBD BENGKULU TENGAH: WASPADA KEBAKARAN HUTAN DI GUNUNG LIKU SEMBILAN PADA MUSIM KEMARAU

oleh -69 Dilihat
oleh
Musim kemarau bikin kawasan ini super rawan api! Jangan buang puntung rokok, bakar sampah, atau buka lahan sembarangan. Laporkan segera lapor dengan BPBD Bengkulu Tengah jika lihat asap atau api awal.-foto :Dedi,adv/klikinfoberita.com.

KLIKINFOBERITA.COM,- Dengan datangnya musim kemarau yang diperkirakan akan berlanjut hingga pertengahan Juni 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Tengah mengeluarkan peringatan resmi untuk seluruh masyarakat, pengendara, dan pengunjung yang melintas di kawasan Gunung Liku Sembilan. Daerah ini dianggap sangat rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan akibat kondisi alam yang semakin kering serta berkurangnya curah hujan dalam beberapa minggu terakhir, sejalan dengan laporan dari BMKG yang mencatat suhu harian mencapai 33°C di area tersebut.

Kepala BPBD Bengkulu Tengah, Rachmat Hidayat, SE, mengungkapkan bahwa area Gunung Liku Sembilan memiliki kontur berundak dengan vegetasi yang lebat, didominasi oleh rumput alang-alang, semak-semak, dan pohon-pohon hutan sekunder. Di musim kemarau, semua bahan organik ini berubah menjadi bahan bakar kering yang sangat cepat terbakar, bahkan hanya memerlukan percikan api yang kecil.

“Dekatnya jarak antara pohon dan semak membuat api dapat menyebar dengan cepat, terutama dengan dukungan angin kencang yang sering bertiup di pegunungan ini. Dalam waktu singkat, api dapat menjalar dan sulit untuk dikendalikan,” ucap Rachmat.

Data dari BPBD menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen kebakaran hutan di daerah ini disebabkan oleh perbuatan manusia. Salah satu kebiasaan buruk yang paling sering terlihat adalah membuang puntung rokok yang masih menyala sembarangan di tepi jalan atau tempat semak-semak, serta kegiatan membakar sampah dan membuka lahan tanpa pengawasan yang cukup.

“Sebatang puntung rokok yang dibuang sembarangan dapat menghancurkan ratusan hektare hutan dalam waktu singkat. Selain merusak ekosistem dan mengancam keberlangsungan flora dan fauna lokal, kebakaran juga dapat membahayakan pengguna jalan akibat penurunan visibilitas yang drastis karena asap tebal,” tambahnya.

BPBD juga memperingatkan bahwa kebakaran hutan dapat menyebabkan kerugian yang signifikan. Asap yang ditimbulkan dapat menyebabkan gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak, orang tua, dan mereka yang memiliki penyakit kronis. Dari perspektif ekonomi, kebakaran merusak sumber daya alam yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat, seperti hasil hutan dan lahan pertanian. Selain itu, asap yang tebal juga meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan di jalan raya yang ada di kawasan tersebut.

Untuk mencegah bencana ini, BPBD menghimbau semua pihak untuk:

– Tidak membuang puntung rokok atau sampah yang masih menyala di area hutan dan pinggir jalan

– Menghentikan praktik membuka lahan atau membakar sampah di sekitar daerah yang rawan kebakaran

– Meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan jika melihat adanya asap atau api kepada petugas

Masyarakat juga bisa melaporkan potensi kebakaran melalui nomor layanan darurat BPBD Bengkulu Tengah ke pos keamanan dan pemantauan yang telah disiapkan di lokasi strategis.

“Kita semua memiliki tanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan. Mari kita tingkatkan disiplin dan kesadaran, agar musim kemarau kali ini tidak diwarnai dengan tragedi kebakaran yang merugikan. Lingkungan yang terjaga adalah warisan berharga untuk generasi mendatang,” tutup Rachmat.(adv)

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.