oleh -79 Dilihat
oleh
Gubernur Helmi Hasan meninjau progres Sekolah Rakyat Sukarami: pembangunan 96,91% siap sambut MPLS 14 Agustus, langkah nyata memperluas akses pendidikan anak Bengkulu.-Foto: s.man/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Gubernur Bengkulu Helmi Hasan meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Sukarami, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, Rabu (8/7/2026). Pembangunan fisik sekolah tersebut telah mencapai 96,91 persen dan ditargetkan siap digunakan pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai 14 Agustus 2026.

Helmi menegaskan sektor pendidikan menjadi prioritas utama pemerintahan provinsi. Menurutnya, program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif strategis pemerintah pusat untuk memastikan seluruh anak Indonesia mendapat akses pendidikan yang layak tanpa terhambat biaya atau jarak.

“Program ini sangat berharga. Presiden Prabowo Subianto tidak ingin ada anak yang putus sekolah karena keterbatasan akses maupun biaya,” kata Helmi saat meninjau lokasi.

Bengkulu dipercaya menjadi salah satu provinsi pelaksana dua Sekolah Rakyat, yakni di Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, dan Desa Cucupan, Kecamatan Tetap, Kabupaten Kaur. Selain itu, provinsi ini juga mendapat pembangunan Sekolah Garuda di Kabupaten Rejang Lebong. Anggaran untuk kedua Sekolah Rakyat di Bengkulu dialokasikan oleh pemerintah pusat sekitar Rp500 miliar.

Gubernur menuturkan, sekolah itu diproyeksikan menjadi pusat pendidikan bagi anak-anak di wilayah Bengkulu yang selama ini menghadapi kendala akses. Untuk menjamin target peserta didik terpenuhi, Helmi menginstruksikan jajaran perangkat daerah melakukan pendataan aktif dan sosialisasi.

“Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta perangkat daerah terkait harus menindaklanjuti. Manfaatkan data Dukcapil untuk melacak anak-anak yang belum bersekolah. Jangan sampai ada yang luput,” tegasnya.

Kepala Sentra Dharma Guna Bengkulu, Hari Setiadi, merincikan kapasitas penerimaan siswa. Pada Tahun Ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Bengkulu akan menampung total 362 siswa awal: 46 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 226 siswa SMA. Proses pembelajaran didukung 14 guru dan 41 tenaga kependidikan.

Ketika beroperasi penuh, satu kompleks Sekolah Rakyat direncanakan menampung hingga 1.080 siswa yang terbagi dalam 36 rombongan belajar, yakni 540 siswa SD, 270 siswa SMP, dan 270 siswa SMA. Kapasitas ini dirancang agar layanan pendidikan dapat menjangkau lebih banyak anak di daerah terlayani.

Turut mendampingi Gubernur pada peninjauan itu Sekretaris Daerah Provinsi Herwan Antoni; Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat; Kepala Dinas Sosial; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan; Kepala Satpol PP; Kepala Dinas PUPR; serta pejabat perangkat daerah terkait.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.