Update Harga BBM Hari Ini 17 September 2026: Pertamax, Dexlite, Hingga Pertalite Seluruh Indonesia

oleh -64 Dilihat
oleh
SBBU Ujung Karang, Bengkulu Tengah:Update Harga BBM 17 September 2026! Pertamax Green 95 naik, Pertalite tetap Rp10.000. Cek daftar lengkap harga terbaru seluruh Indonesia di sini. Hemat dan bijak memilih bahan bakar kendaraan Anda sekarang.-Foto: Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Memasuki pertengahan September 2026, dinamika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Tanah Air kembali menjadi sorotan utama masyarakat luas. Berdasarkan pemantauan resmi terbaru per tanggal 16 September 2026, PT Pertamina (Persero) telah merilis daftar harga BBM terbaru yang kini berlaku di seluruh wilayah Indonesia. Secara garis besar, harga BBM untuk wilayah Pulau Jawa masih mengikuti penyesuaian yang telah berlaku sejak awal bulan. Namun, terdapat pergerakan signifikan pada segmen BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax Green 95 yang mengalami lonjakan harga cukup tajam. Sementara itu, BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar masih bertahan.

Di wilayah Pulau Jawa, yang mencakup DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Jawa Timur, penyesuaian harga sebenarnya telah terjadi secara bertahap. Pada awal September, tepatnya tanggal 1 September 2026, Pertamina lebih dulu melakukan penyesuaian pada produk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Sehari kemudian, giliran Pertamax Green 95 yang ikut mengalami kenaikan. Kenaikan paling drastis tercatat pada Pertamax Green 95. Harga BBM ramah lingkungan ini kini melonjak Rp2.550, dari sebelumnya Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter. Di sisi lain, produk andalan seperti Pertamax RON 92 masih dijual stabil di angka Rp15.950 per liter.

Kabar baik bagi masyarakat yang mengandalkan kendaraan harian dengan spesifikasi mesin standar, harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite RON 90 masih dipertahankan di harga eceran Rp10.000 per liter. Begitu pula dengan Biosolar Subsidi CN 48 yang tetap dijual murah di angka Rp6.800 per liter. Untuk produk premium di Jawa, Pertamax Turbo RON 98 dibanderol Rp19.600 per liter, Dexlite CN 51 seharga Rp23.700 per liter, dan Pertamina Dex CN 53 mencapai Rp25.200 per liter.

Berbeda dengan Pulau Jawa, harga BBM di luar Jawa menunjukkan variasi yang cukup beragam. Perbedaan ini wajar terjadi karena dipengaruhi oleh biaya distribusi, pajak daerah, serta kondisi geografis masing-masing wilayah. Secara umum, harga BBM di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua terpaut lebih mahal. Misalnya di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, hingga seluruh Sulawesi, harga Pertamax dibanderol Rp16.300 per liter. Sementara Pertalite tetap Rp10.000 dan Biosolar Subsidi Rp6.800 per liter.

Untuk wilayah dengan biaya distribusi lebih tinggi seperti Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Utara, harga Pertamax mencapai Rp16.650 per liter. Di kawasan timur Indonesia seperti Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya, harga Pertamax juga berada di kisaran Rp16.300 per liter. Khusus untuk Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, harga BBM setara dengan Pulau Jawa, kecuali NTT yang memiliki tambahan Biosolar Non-Subsidi seharga Rp23.600 per liter.

Menariknya, terdapat pengecualian harga di kawasan Free Trade Zone (FTZ). Di FTZ Sabang, Aceh, harga Pertamax jauh lebih murah, yakni Rp14.950 per liter. Begitu pula di FTZ Batam, Kepulauan Riau, di mana Pertamax Turbo hanya Rp18.550 per liter dan Pertamax dibanderol Rp15.150 per liter. Kebijakan ini bertujuan untuk menekan disparitas harga di wilayah perbatasan dan kawasan perdagangan bebas.

Para pengamat ekonomi energi menilai, fluktuasi harga BBM nonsubsidi ini sangat erat kaitannya dengan pergerakan harga minyak mentah di pasar global yang memang cenderung tidak menentu sepanjang kuartal ketiga tahun ini. Oleh karena itu, konsumen dituntut untuk lebih cerdas dan selektif dalam menentukan pilihan jenis bahan bakar yang akan digunakan setiap hari. Kesadaran untuk beralih ke kendaraan listrik atau hybrid juga mulai menjadi alternatif menarik bagi masyarakat perkotaan yang ingin menekan pengeluaran operasional harian secara lebih signifikan dan ramah lingkungan.

Dengan adanya penyesuaian ini, pengendara diharapkan lebih mencermati konsumsi bahan bakar kendaraan masing-masing, terutama bagi pengguna Pertamax Green 95 yang harus bersiap dengan anggaran lebih. Masyarakat juga disarankan untuk tidak melakukan penimbunan BBM bersubsidi demi menjaga kelancaran distribusi nasional. Pilihlah jenis BBM yang paling sesuai dengan spesifikasi dan rekomendasi mesin kendaraan Anda agar performa tetap optimal dan lebih hemat biaya perawatan jangka panjang.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.