Totok Syaraf Tertunda, Seduhan Kopi Berhasil: Wali Kota Yuki Karim ‘Diterapi’ Kopi Lebong Sebelum Proses Firdaus Dimulai

oleh -11 Dilihat
oleh
Sebelum totok saraf dimulai, Wali Kota Yuki Karim menikmati seduhan kopi Lebong di rumah terapis Firdaus aroma hangat yang menenangkan, terapi pembuka tradisi lokal yang menyatu.- Foto : Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM, – Ada sesuatu yang aneh sekaligus menggelikan di rumah terapis totok syaraf, Firdaus, pada malam Jumat (12/6/2026). Tamu istimewa yang hadir adalah Wali Kota Lubuk Linggau, Yuki Karim. Namun, bukan langsung mendapatkan totokan pada sarafnya, ia justru lebih dulu “ditotok” oleh aroma dan cita rasa kopi khas Lebong.

Sang wali kota memiliki satu tujuan: mengatasi keluhan pada belikat kirinya yang terasa sakit. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Kopi lebih dulu memberikan efek sebelum tangan Firdaus turun bekerja.

“Aduh, belum diobati. Barunya, kita nikmati kopi Lebong dulu,” kata Yuki Karim sambil tertawa lepas, sambil memegang cangkir kopi.

Kejadian ini berawal dari undangan untuk acara Trail Jelajah Alam di Kabupaten Lebong yang akan berlangsung keesokan harinya. Di tengah perjalanan, Yuki Karim memutuskan untuk berhenti sejenak di tempat Firdaus, yang kerap muncul dalam linimasa Facebook-nya.

“Setiap kali buka Facebook, dia muncul terus. Banyak yang sembuh. Saya coba, siapa tahu cocok,” ujarnya santai.

Setibanya di sana, istri Firdaus malah menawarkan kopi hitam asli Lebong. Aromanya sangat menggugah selera, sehingga wali kota pun tak bisa menolaknya. Kopi tersebut pun habis dalam sekejap.

Keluhan pada belikat kiri? Masih terasa. Namun perut dan hatinya? Hangat.

Firdaus: Bukan Hanya Terapis, Tetapi Juga ‘Barista’ Mendadak

Firdaus, terapis yang berpengalaman sejak tahun 2000 di Jambi sebelum kembali ke Lebong, mengaku bahwa ia tidak sengaja “menyajikan kopi” sebagai pembuka. Kebiasaan menawarkan kopi kepada tamu adalah tradisi yang sudah lama ada di Lebong. Tapi kali ini, tamunya adalah seorang wali kota yang membutuhkan terapi.

“Alhamdulillah, beliau sabar. Kopi dulu, baru nanti kita urut,” jelas Firdaus singkat.

Menariknya, Yuki Karim bukanlah pejabat pertama yang tertarik dengan totok syaraf yang ditawarkan oleh Firdaus. Beberapa hari sebelum itu, Wakil Bupati Lebong juga pernah berkunjung. Ini menunjukkan bahwa praktik ini mulai menarik perhatian para pejabat.

Sebelum berpamitan (masih dengan keluhan pada belikatnya), Yuki Karim meluangkan waktu untuk memberikan pesan.

“Harapan saya kepada Pak Firdaus: tetap konsisten. Niat membantu orang sakit itu sangat luar biasa. Banyak yang sembuh. Insya Allah,” tutupnya.

Hingga malam berakhir, belum ada informasi apakah terapi totok syaraf benar-benar dilakukan. Yang jelas, kopi Lebong sudah memenangkan tahap pertama. Sementara totok syaraf harus menunggu giliran.

Satu hal yang pasti: di Lebong, sebelum mendapatkan perawatan, kamu akan disuguhkan terlebih dahulu. Dan itu bukan sekadar formalitas, tetapi adalah bagian dari terapi jiwa.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.