KLIKINFOBERITA.COM,- Kondisi Taman Kota Bengkulu Tengah di kawasan perkantoran Renah Semanek, Kecamatan Karang Tinggi, yang kini dipenuhi semak belukar, mendapat tanggapan dari Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP.Pemerintah daerah berencana mengkaji ulang fungsi kawasan tersebut agar ke depan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan daerah.
Bupati Rachmat Riyanto mengatakan, keberadaan taman kota yang dibangun sebelumnya perlu dievaluasi, terutama menyangkut fungsi dan pemanfaatannya saat ini. Menurut dia, kawasan tersebut memang dahulu dirancang sebagai taman kota, tetapi ke depan pemerintah akan mempertimbangkan kemungkinan penggunaan yang berbeda.
“Kita sedang mengevaluasi itu. Dulu memang didirikan sebagai taman kota, tetapi sekarang fungsinya bukan seperti itu lagi,” ujar Rachmat Riyanto saat menanggapi kondisi taman kota tersebut,29/10/2026.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah tidak ingin terburu-buru menentukan peruntukan baru tanpa terlebih dahulu melakukan pembahasan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Kajian diperlukan untuk memastikan arah pemanfaatan kawasan tersebut sesuai dengan kebutuhan dan rencana pembangunan Kabupaten Bengkulu Tengah.
“Kita akan mengkaji bersama OPD terkait. Nanti kita panggil pihak-pihak yang berhubungan dengan pengelolaan kawasan itu untuk membahas dan mengarahkan, tempat tersebut akan dijadikan apa,” katanya.
Rachmat menambahkan, meskipun sejak awal kawasan tersebut dikenal sebagai taman kota, bukan berarti fungsinya harus terus dipertahankan apabila hasil evaluasi menunjukkan perlunya perubahan. Pemerintah akan melihat kembali potensi kawasan tersebut sebelum mengambil keputusan.
“Walaupun dulu disebut taman kota, nanti kita kaji lagi untuk dijadikan apa. Kita ingin melihat bagaimana pemanfaatannya ke depan,” tegasnya.
Bupati juga berharap, hasil kajian tersebut dapat menghasilkan keputusan yang memungkinkan kawasan itu dimanfaatkan kembali secara lebih optimal. Ia menyebutkan, pada tahun depan kawasan tersebut diharapkan sudah dapat diarahkan untuk penggunaan lain sesuai hasil pembahasan pemerintah daerah.
“Diharapkan tahun depan sudah bisa digunakan untuk yang lain. Namun, kita kaji terlebih dahulu bersama OPD terkait supaya jelas peruntukannya,” ungkapnya.
Di sisi lain, kondisi taman kota yang dipenuhi semak belukar memunculkan pertanyaan mengenai keberlanjutan pengelolaan fasilitas publik yang dibangun menggunakan anggaran daerah. Sebab, pembangunan infrastruktur semestinya tidak hanya berorientasi pada penyelesaian proyek, tetapi juga memastikan fasilitas tersebut terawat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Taman yang sebelumnya menjadi tempat bersantai, berfoto, dan menikmati suasana terbuka itu kini kehilangan daya tariknya. Sejumlah fasilitas yang telah dibangun, termasuk jembatan, semestinya dapat mendukung kenyamanan pengunjung apabila dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Karena itu, evaluasi pemerintah daerah diharapkan tidak hanya berujung pada perubahan fungsi kawasan, tetapi juga menjawab persoalan perawatan dan pertanggungjawaban pengelolaan aset daerah. Masyarakat tentu berharap setiap anggaran yang telah dibelanjakan benar-benar menghasilkan manfaat, bukan meninggalkan fasilitas yang terbengkalai.
Publik kini menantikan langkah konkret Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah dalam menindaklanjuti rencana evaluasi tersebut, termasuk kejelasan peruntukan, pengelolaan, dan pemeliharaan kawasan agar tidak kembali menjadi ruang publik yang terabaikan.(Aisya)








