Tak Puas dengan 3,33 Persen, Pemkab Mukomuko Siap Gencarkan Program Kilat Tekan Pengangguran

oleh -13 Dilihat
oleh
Kepala Disnakertrans Mukomuko, Nurdiana, SE, MAP : Pemkab Mukomuko gagas program kilat: job fair keliling, pelatihan digital-pertanian, dan dukungan wirausaha muda untuk dorong pekerjaan di desa.-Foto : Robi/klikinfoberita.com.

KLIKINFOBERITA.COM, – Meskipun tingkat pengangguran di Kabupaten Mukomuko hanya 3,33 persen dan dinilai rendah, pemerintah daerah tidak ingin berpuas diri. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) berusaha mengimplementasikan berbagai inisiatif “kilat” untuk menurunkan angka pengangguran itu hingga hampir nol persen.

Kepala Disnakertrans Mukomuko, Nurdiana, SE, MAP, menekankan bahwa meskipun secara statistik kondisi pengangguran terlihat baik, setiap persentase masih menunjukkan adanya warga yang kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan.

“Angka 3,33 persen ini menjadi peringatan bagi kami. Kami tidak ingin ada warga Mukomuko yang sehat dan mampu, tetapi tetap tanpa pekerjaan. Kami bertujuan untuk mengurangi separuh dari angka tersebut pada tahun depan,” ungkap Nurdiana.

Untuk mencapai ambisi tersebut, Disnakertrans telah merancang strategi yang lebih agresif dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Program unggulan yang diperkenalkan termasuk “Job Fair On The Road” yang akan menjangkau kecamatan-kecamatan yang terpencil, serta pelatihan keterampilan cepat dengan fokus pada digital dan pertanian modern.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendukung penciptaan wirausaha muda melalui program “Mukomuko Muda Mandiri”. Program ini menyediakan peralatan usaha dan akses pembiayaan yang fleksibel bagi pencari kerja yang ingin membangun usaha mereka sendiri.

“Kami menyadari bahwa lapangan kerja di sektor formal terbatas. Oleh karena itu, kami perlu menciptakan wirausaha baru. Jika setiap desa menghasilkan lima wirausaha baru, maka angka pengangguran pasti akan berkurang,” tambah Nurdiana.

Salah satu rintangan terbesar yang dihadapi adalah kurangnya kesesuaian kompetensi. Banyak lowongan tersedia, namun pelamar sering kali tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan. Untuk itu, Disnakertrans akan meluncurkan pelatihan berbasis kompetensi yang bekerja sama langsung dengan industri manufaktur dan perkebunan kelapa sawit yang menjadi andalan di Mukomuko.

Dengan kerjasama antar sektor dan partisipasi aktif dari masyarakat, Pemkab Mukomuko percaya dapat menurunkan angka pengangguran ke tingkat terendah dalam sejarah daerah ini. “Ini bukan sekadar tugas dinas, melainkan gerakan kolektif seluruh masyarakat Mukomuko,” tutup Nurdiana.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.