KLIKINFOBERITA.COM,- Pemerintah Provinsi Bengkulu menjalin kerjasama yang kuat dengan Kementerian Dalam Negeri melalui acara Entry Meeting Pengawasan Daerah Inspektorat Jenderal pada hari Rabu, 6 Mei 2026, di Kantor Gubernur Bengkulu. Kegiatan ini melibatkan semua kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) provinsi, yang bertujuan untuk memperkuat pengawasan dan pembinaan guna meningkatkan akuntabilitas dalam pengelolaan pemerintahan.
Ahli Pengawas Utama dari Kemendagri, Azwan, menegaskan bahwa tujuan pengawasan ini tidak hanya untuk menemukan kesalahan, tetapi juga untuk menawarkan solusi nyata dalam menangani berbagai tantangan yang dihadapi daerah. “Ini merupakan bagian dari pembinaan dalam pengawasan. Apabila masalah yang ditemukan tidak ditindaklanjuti, hal tersebut dapat merugikan kemajuan daerah,” ungkap Azwan.
Pengawasan akan difokuskan pada lima aspek penting yang sangat diperlukan bagi pembangunan di Bengkulu:
Keuangan Daerah: Memastikan bahwa pengelolaan anggaran dilakukan dengan transparan, efisien, dan tanpa adanya penyimpangan, untuk mendukung program-program prioritas tanpa menambah beban defisit.
Pelayanan Publik: Meningkatkan kualitas layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan administrasi kependudukan agar masyarakat dapat merasakan manfaat yang nyata.
Kerja Sama Daerah: Memperkuat kolaborasi di antara OPD serta dengan daerah kabupaten dan kota, termasuk sinergi lintas wilayah untuk proyek-proyek kolaboratif.
Pembangunan Daerah: Mengoptimalkan infrastruktur seperti jalan, irigasi, dan sektor pariwisata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh Bengkulu.
Pelaksanaan Program Strategis Nasional: Menyasar prioritas nasional untuk mengurangi kemiskinan ekstrem, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menurunkan angka stunting pada anak, mengurangi pengangguran terbuka, dan program Indonesia Asri untuk lingkungan yang hijau dan berkelanjutan.
Azwan juga menambahkan bahwa program ini sangat penting untuk mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), dengan harapan Bengkulu dapat menjadi contoh yang berhasil di wilayah Sumatera.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Nandar Munadi, memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Ia mengajak semua kepala OPD untuk terbuka dan kooperatif dalam menyediakan data. “Harus bersikap transparan ketika tim dari Kemendagri meminta informasi. Ini semua demi kemajuan Bengkulu,” katanya dengan tegas.
Acara ini dianggap sebagai momen penting untuk melakukan reformasi birokrasi. Dengan pembinaan yang intensif, Bengkulu optimis dapat meningkatkan peringkat dalam indeks tata kelola pemerintahan yang baik. Diharapkan, pengawasan ini tidak hanya menemukan masalah, tetapi juga menginspirasi inovasi yang dapat mempercepat pembangunan yang inklusif, transparan, dan berorientasi pada masyarakat.








