Rupiah Diproyeksi Fluktuatif, Berpeluang Menguat Terbatas ke Rp17.750-Rp17.850 per Dolar AS

oleh -46 Dilihat
oleh
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diproyeksikan bergerak fluktuatif pada perdagangan Kamis, 24 September 2026, dengan peluang menguat terbatas di tengah perhatian investor terhadap sentimen global.-Foto: Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,-  Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak fluktuatif pada perdagangan Kamis, 24 September 2026. Mata uang Garuda berpeluang menguat terbatas dalam rentang Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS.

Proyeksi tersebut disampaikan setelah rupiah mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Rabu, 23 September 2026. Berdasarkan data analisis Doo Financial Futures, rupiah ditutup di level Rp17.818 per dolar AS, menguat 66 poin atau 0,37 persen dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.884 per dolar AS.

Penguatan rupiah menjadi perhatian karena terjadi ketika mayoritas mata uang regional Asia mengalami tekanan terhadap dolar AS. Selain rupiah, peso Filipina juga mencatat penguatan sebesar 0,12 persen.

Di sisi lain, won Korea Selatan menjadi mata uang regional yang mengalami pelemahan paling dalam, yakni sebesar 1 persen terhadap dolar AS. Baht Thailand menyusul dengan pelemahan 0,29 persen, kemudian yen Jepang turun 0,25 persen dan dolar Singapura melemah 0,21 persen.

Rupee India juga terkoreksi 0,13 persen, sedangkan yuan China melemah 0,12 persen. Ringgit Malaysia turun 0,08 persen dan dolar Taiwan melemah tipis 0,01 persen. Sementara itu, dolar Hong Kong terpantau bergerak stagnan.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, penguatan rupiah merupakan rebound tajam setelah mata uang tersebut mengalami pelemahan selama beberapa sesi perdagangan sebelumnya.

Menurut Lukman, keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,75 persen sebenarnya relatif sesuai dengan ekspektasi pasar. Karena itu, penguatan rupiah dinilai lebih banyak dipengaruhi intervensi Bank Indonesia serta aksi unwinding posisi dolar AS.“Penguatan rupiah kemungkinan lebih dipengaruhi intervensi BI dan aksi unwinding posisi dolar AS setelah pasar menerapkan strategi buy the rumor, sell the fact,” kata Lukman.

Strategi tersebut muncul karena tidak terdapat kejutan berarti dalam hasil rapat Bank Indonesia. Pelaku pasar yang sebelumnya mengambil posisi berdasarkan rumor kemudian melakukan realisasi keuntungan setelah keputusan resmi diumumkan.
Lukman menambahkan, minimnya rilis data ekonomi penting sepanjang pekan ini membuat perhatian investor beralih ke perkembangan geopolitik dan hubungan antarnegara.

Pasar akan mencermati hasil perundingan antara AS dan Iran, termasuk dampaknya terhadap stabilitas ekonomi global.
Selain itu, investor juga menunggu pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump di Washington. Pertemuan tersebut diperkirakan membahas hubungan perdagangan, Taiwan, kecerdasan buatan, mineral kritis, fentanyl, serta konflik Iran.

Perkembangan dari kedua agenda tersebut berpotensi memengaruhi arah dolar AS dan sentimen terhadap aset-aset di negara berkembang, termasuk rupiah. Dengan demikian, pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan tetap dinamis, meskipun masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan secara terbatas.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.