KLIKINFOBERITA.COM,- Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, mengambil langkah terobosan untuk menghapus jarak antara birokrasi dan rakyat. Tak sekadar wacana, orang nomor satu di Bengkulu ini memerintahkan seluruh jajarannya untuk “kemas-kemas” dan turun langsung ke pelosok desa melalui program unggulan Retret Merah Putih yang menyasar tahun anggaran 2027.
Instruksi tegas ini disampaikan Helmi saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pemantapan Program Retret Merah Putih Bantu Desa dan Bantu Kelurahan, di Balai Raya Semarak, Kota Bengkulu, Rabu (4/11/2026) kemarin.
Dalam rapat yang dihadiri Sekretaris Daerah Herwan Antoni serta para Kepala OPD secara luring, dan Bupati/Walikota se-Bengkulu secara virtual, Helmi menekankan bahwa era pemerintah yang hanya duduk nyaman di balik meja harus segera diakhiri.
”Kita ingin pemerintah benar-benar hadir, bukan hanya tanda tangan di atas kertas, tetapi hadir di tengah denyut nadi masyarakat,” tegas Helmi Hasan dalam arahannya.
Konsep ‘Mengabdi’, Bukan Sekadar Kunjungan
Helmi menjelaskan, Retret Merah Putih 2027 bukan sekadar kunjungan kerja (kunker) biasa. Program ini dirancang dengan konsep pengabdian total, di mana aparatur pemerintah provinsi dan kabupaten/kota wajib tinggal dan membaur dengan warga selama tiga hingga lima hari di desa atau kelurahan.
”Melalui retret ini, kita akan tinggal bersama masyarakat. Kita dengar keluh kesah mereka, lihat langsung kondisi riil di lapangan, dan cari solusi bersama. Jangan sampai ada program yang kita buat di provinsi, tapi tidak nyambung dengan kebutuhan di desa,” ujar Helmi.
Ia menginginkan sinergitas antara Pemprov dan Pemkab/Pemkot benar-benar terjadi. Menurutnya, tumpang tindih program harus dihilangkan agar anggaran yang keluar benar-benar berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.
”Rapat ini untuk menyelaraskan sinergi. Apa yang dilakukan daerah harus sinkron dengan provinsi. Program Bantu Rakyat akan kita jalankan berkelanjutan, khususnya untuk mematangkan konsep di 2027,” tambahnya.
Dukungan Penuh dari Kepala Daerah
Respon positif langsung datang dari para kepala daerah. Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, yang mengikuti rakor secara virtual, menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk menyukseskan instruksi Gubernur.
Arie menilai, langkah Helmi Hasan sangat tepat untuk memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di kota, tetapi merata hingga ke pelosok.
”Pada prinsipnya, Pemkab Bengkulu Utara siap mengikuti arahan Bapak Gubernur. Kami siap bersinergi mendukung penuh Retret Merah Putih ini agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkap Arie.
Lebih lanjut, Arie mengapresiasi inisiatif rakor ini. Menurutnya, komunikasi intensif sejak tahap perencanaan adalah kunci untuk menghindari ego sektoral antar-dinas maupun antar-daerah.
”Rakor seperti ini sangat vital. Kita bisa menyamakan persepsi sehingga program provinsi dan kabupaten berjalan sejalan, tidak jalan sendiri-sendiri. Kami sangat mengapresiasi langkah sinergi yang dibangun Gubernur,” pungkas Arie.
Dengan dimatangkannya konsep ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu optimis pada 2027, wajah pelayanan publik di Bengkulu akan berubah drastis; lebih humanis, solutif, dan membumi. (s.man)







