Prospek Harga Emas Makin Optimis, UBS Ramal Sentuh US$5.400 per Ons

oleh -37 Dilihat
oleh
Emas mengkilap mencerminkan kecemasan pasar global: de-dolarisasi, pembelian bank sentral, dan ekspektasi suku bunga baru mendorong reli investor bersiap mencari aset aman di tengah ketidakpastian.-Foto : Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Analis komoditas dan mata uang di bank asal Swiss, UBS, memprediksi harga emas berpotensi menembus level US$5.400 per troy ounce dalam 12 bulan ke depan. Prediksi itu didorong oleh kekhawatiran terhadap prospek fiskal Amerika Serikat dan gelombang diversifikasi cadangan devisa oleh negara-negara lain, atau yang kerap disebut kampanye de-dolarisasi.

“Konsentrasi investor pada pergeseran jangka panjang dari dolar AS, yang dikenal sebagai de-dolarisasi, meningkat belakangan ini di tengah kekhawatiran baru terkait prospek fiskal AS,” kata Kepala Kantor Investasi UBS dalam sebuah catatan yang dikutip Kitco News, Jumat (28/8/2026).

UBS menilai dolar AS masih dapat menerima dukungan jangka pendek akibat sentimen konflik di Timur Tengah dan harga minyak yang tinggi. Namun, dalam pandangan bank tersebut, dukungan itu bersifat sementara. Secara menengah hingga panjang, tren diversifikasi dari dolar AS diperkirakan akan berlanjut, seiring kekhawatiran terhadap arah kebijakan fiskal AS, ketidakpastian kebijakan perdagangan, serta bukti semakin banyak negara yang mengalihkan cadangan devisa mereka dari dolar.

Dalam catatannya, UBS menyoroti potensi kelanjutan reli harga emas yang selama ini sudah bergerak naik. “Harga emas telah meningkat sekitar 15% bulan ini, dan kami percaya kenaikan bisa berlanjut di tengah tekanan lebih lanjut pada dolar AS,” ujar analis UBS.

Selain faktor mata uang, perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve turut menjadi pendorong. UBS memperkirakan pasar akan mengurangi probabilitas kenaikan suku bunga The Fed, kondisi yang biasanya menguntungkan logam mulia karena menurunkan biaya peluang memegang emas.

Permintaan fisik dan arus investasi ke produk-produk terkait emas juga disebut menopang pasar. Menurut UBS, aliran masuk ke dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) emas telah kembali, sementara pembelian oleh bank sentral tetap kuat. Pada Juli lalu, Bank Rakyat Tiongkok dilaporkan menambah cadangan emas sebesar 20 metrik ton  kenaikan bulanan terbesar sejak Oktober 2023  yang menjadi salah satu sinyal permintaan institusional yang kuat.

“Dengan kombinasi de-dolarisasi, pembelian bank sentral, dan arus masuk ke ETF, kami memproyeksikan harga emas mencapai USD5.400 per ons dalam 12 bulan ke depan,” kata UBS.

Sebelumnya, pertengahan Agustus, para ahli strategi UBS memproyeksikan penurunan suku bunga riil akan mendorong minat investor pada emas sepanjang 2026–2027. Dalam skenario itu, dolar AS yang lebih lemah dan permintaan bank sentral diperkirakan membantu mendorong harga kembali ke sekitar US$5.000 per troy ounce pada paruh pertama 2027.

Meski demikian, UBS mengingatkan bahwa volatilitas jangka pendek masih mungkin terjadi karena dinamika geopolitik dan kebijakan makroekonomi global. UBS menilai bahwa prospek jangka menengah hingga panjang untuk emas tetap didukung oleh pendorong-pendorong fundamental tersebut.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.