Prospek Emas Suram! CIBC Pangkas Target Harga Akhir 2026 Jadi US$4.500

oleh -55 Dilihat
oleh
ILUSTRASI EMAS — CIBC memangkas proyeksi harga emas menjadi US$4.500 per troy ounce pada akhir 2026, di tengah tekanan suku bunga tinggi dan ketidakpastian global.-Foto: Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Prospek harga emas global mengalami perubahan setelah CIBC Capital Markets memangkas proyeksi harga logam mulia tersebut untuk kuartal IV 2026 menjadi US$4.500 per troy ounce. Angka ini turun sekitar 31% dari perkiraan sebelumnya yang mencapai US$6.500 per troy ounce.

Mengutip Kitco News, Rabu (21/10/2026), lembaga keuangan asal Kanada tersebut turut merevisi proyeksi harga emas untuk sejumlah tahun mendatang. Langkah ini mencerminkan meningkatnya tekanan dari kebijakan moneter yang lebih ketat, meskipun berbagai faktor fundamental dinilai masih dapat menopang harga emas dalam jangka panjang.

CIBC memperkirakan rata-rata harga emas pada 2027 berada di level US$5.200 per troy ounce, lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar US$6.500 per troy ounce. Untuk 2028, perkiraan harga juga diturunkan dari US$6.000 menjadi US$5.500 per troy ounce.

Adapun proyeksi jangka panjang menunjukkan harga emas diperkirakan berada di kisaran US$4.800 per troy ounce pada 2029, sebelum turun menjadi US$4.500 pada 2030 dan US$4.200 per troy ounce pada 2031.

Analis komoditas CIBC yang dipimpin Anita Soni dan Cosmos Chiu menilai arah kebijakan moneter menjadi salah satu faktor utama yang membatasi potensi kenaikan harga emas.

Tekanan inflasi yang masih berlangsung, ditambah konflik Amerika Serikat dan Iran serta tingginya harga energi, mendorong Federal Reserve (The Fed) mempertahankan sikap kebijakan moneter yang lebih ketat.

Situasi tersebut berpotensi menekan daya tarik emas di mata investor. Pasalnya, suku bunga tinggi cenderung meningkatkan minat terhadap instrumen investasi yang memberikan imbal hasil, sementara emas tidak menghasilkan bunga.

Meski demikian, prospek emas belum sepenuhnya kehilangan dukungan. Ketidakpastian geopolitik, kekhawatiran terhadap membengkaknya utang pemerintah, serta langkah bank sentral untuk mendiversifikasi cadangan devisa diperkirakan tetap menjadi faktor penopang permintaan logam mulia.

Penurunan proyeksi CIBC terjadi setelah harga emas mengalami fluktuasi tajam sepanjang 2026. Berdasarkan catatan lembaga tersebut, harga emas telah terkoreksi hampir 24% dari rekor tertingginya di kisaran US$5.600 per troy ounce pada awal tahun.

Harga emas bahkan sempat merosot ke sekitar US$4.000 per troy ounce pada akhir Juni sebelum kembali menguat ke kisaran US$4.400 pada musim panas.

Tekanan jual kembali meningkat pada September setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Bank sentral Amerika Serikat itu juga memberikan sinyal bahwa pengetatan kebijakan moneter lanjutan masih mungkin dilakukan demi mengendalikan inflasi.

Kondisi tersebut memperbesar tekanan terhadap harga emas karena investor kembali mempertimbangkan keuntungan memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil ketika suku bunga berada pada level tinggi.

Kendati demikian, CIBC masih melihat peluang pemulihan harga emas dalam jangka menengah. Prospek tersebut dapat membaik apabila pertumbuhan ekonomi melemah atau tekanan inflasi mereda, sehingga membuka ruang bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga secara lebih agresif dibandingkan perkiraan pasar saat ini.

Di tengah tekanan kebijakan moneter, permintaan investasi dan pembelian emas oleh bank sentral diperkirakan tetap menjadi dua faktor struktural yang mendukung pasar logam mulia.

CIBC mencatat pembelian emas oleh bank sentral mencapai 345 ton sepanjang semester I 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 289 ton dibeli pada kuartal II, atau sekitar lima kali lipat dibandingkan pembelian pada kuartal I.

Lonjakan tersebut memperlihatkan bahwa permintaan dari sektor resmi masih berpotensi menopang harga emas, meskipun pasar menghadapi tekanan akibat tingginya suku bunga dan perubahan kebijakan moneter.

Para analis memperkirakan pembelian emas oleh bank sentral akan tetap jauh di atas rata-rata historis. Tren ini sejalan dengan strategi sejumlah negara untuk mendiversifikasi cadangan devisa sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap aset yang berdenominasi dolar Amerika Serikat.

Dengan demikian, pemangkasan proyeksi oleh CIBC tidak serta-merta menghilangkan potensi dukungan terhadap harga emas. Ketidakpastian geopolitik, strategi diversifikasi cadangan bank sentral, serta kemungkinan perubahan arah suku bunga masih menjadi sejumlah faktor penting yang akan menentukan pergerakan harga emas dalam beberapa tahun ke depan.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.