Profil Zenrodi: Perjalanan, Pendidikan, dan Komitmen Mengawal Anggaran Bengkulu Tengah

oleh -19 Dilihat
oleh
Zenrodi, legislator Partai Amanat Nasional (PAN), kembali mengemban amanah sebagai anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah melalui mekanisme PAW. Ia berkomitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat dan mengawal pembangunan daerah.-Foto : Aisya/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Perjalanan politik tidak selalu berjalan mulus. Ada masa ketika seseorang berada di panggung kekuasaan, ada pula saat harus menerima kenyataan kehilangan jabatan. Namun, bagi Zenrodi, dinamika tersebut justru menjadi bagian dari perjalanan panjang pengabdiannya di dunia politik.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini kembali menjadi bagian dari jajaran anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah setelah resmi dilantik melalui mekanisme Pergantian Antarwaktu (PAW), Senin (8/6/2026). Ia menggantikan ST Mukhlis untuk melanjutkan sisa masa jabatan periode 2024–2029.

Kembalinya Zenrodi ke gedung parlemen daerah bukanlah awal perjalanan politiknya. Ia merupakan sosok yang pernah menduduki kursi DPRD Bengkulu Tengah pada periode 2019–2024. Setelah gagal mempertahankan kursinya dalam Pemilu 2024, kesempatan kembali mengemban amanah sebagai wakil rakyat akhirnya datang melalui mekanisme PAW.

Zenrodi lahir di Desa Karang Panggung pada 6 November 1982. Ia mengawali perjalanan pendidikannya di SD Negeri 13 Lubuk Pendam, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 2 Taba Penanjung.

Pendidikan menengah ditempuhnya di SMKS 1 Pembangunan Bengkulu. Ketertarikannya terhadap bidang ekonomi kemudian mendorongnya melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Bengkulu hingga meraih gelar Sarjana Ekonomi.

Semangat untuk terus meningkatkan kapasitas diri tidak berhenti pada jenjang sarjana. Zenrodi kembali melanjutkan pendidikan hingga berhasil menyelesaikan program magister (S2) Ekonomi di Universitas Bengkulu.

Latar belakang pendidikan tersebut menjadi salah satu bekal dalam memahami persoalan ekonomi, pengelolaan sumber daya, serta berbagai tantangan pembangunan daerah.

Sebelum dikenal sebagai politisi, Zenrodi lebih dahulu mengasah pengalaman profesional di sektor perbankan. Ia tercatat pernah bekerja selama empat tahun di wilayah Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara.

Perjalanan kariernya kemudian berlanjut ke Kalimantan. Selama dua tahun bekerja di sana, ia mendapatkan pengalaman baru sebelum akhirnya memutuskan kembali ke Provinsi Bengkulu.

Keputusan pulang ke kampung halaman menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan hidupnya. Dari sinilah keinginannya untuk terlibat langsung dalam memperjuangkan perubahan dan pembangunan daerah semakin kuat.

Menurut Zenrodi, gagasan dan aspirasi masyarakat membutuhkan ruang perjuangan yang lebih nyata. Baginya, terlibat langsung dalam politik menjadi salah satu jalan untuk mendorong perubahan melalui kebijakan pemerintahan.

“Apapun yang kita lakukan, kalau tidak terjun langsung ke politik tentu tidak akan sampai. Kita bicara dari luar pun tidak akan diterima, makanya harus terjun langsung,” ujar Zenrodi.

Berbekal keyakinan tersebut, Zenrodi memutuskan terjun ke dunia politik dengan maju sebagai calon anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah pada Pemilu 2019. Langkah tersebut membuahkan hasil. Ia berhasil memperoleh kepercayaan masyarakat dan menduduki kursi legislatif untuk periode 2019–2024.

Pada Pemilu 2024, Zenrodi kembali berupaya mempertahankan posisinya sebagai wakil rakyat. Namun, hasil pemilihan belum membawanya kembali ke kursi DPRD.

Meski demikian, perjalanan politiknya tidak berhenti. Setelah melalui proses dan mekanisme Pergantian Antarwaktu, namanya kembali masuk dalam jajaran anggota DPRD Bengkulu Tengah untuk menggantikan ST Mukhlis.

Pada Senin, 8 Juni 2026, Zenrodi akhirnya resmi dilantik. Kembalinya ia ke lembaga legislatif menjadi babak baru dalam perjalanan politiknya, sekaligus kesempatan untuk kembali menjalankan fungsi representasi, legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

Mengawali kembali tugasnya sebagai anggota DPRD Bengkulu Tengah, Zenrodi menegaskan akan memberikan perhatian terhadap pengawasan penggunaan anggaran daerah, terutama di tengah kondisi keuangan pemerintah yang menghadapi tantangan efisiensi.

Menurutnya, keterbatasan fiskal daerah mengharuskan pemerintah lebih cermat dalam menyusun dan menentukan program pembangunan. Setiap anggaran harus diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar mendesak dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Dengan situasi efisiensi anggaran saat ini dan keuangan daerah yang sangat terbatas, kita akan melakukan evaluasi seluruh anggaran dan menyeleksi program-program yang benar-benar sesuai dengan skala prioritas,” tegasnya.

Ia menilai, efisiensi anggaran bukan sekadar memangkas belanja, melainkan memastikan setiap rupiah uang daerah digunakan secara tepat sasaran, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Zenrodi juga berharap hubungan kerja antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah dapat terus diperkuat. Sinergi kedua lembaga dinilai penting agar program pembangunan tetap berjalan, meskipun daerah dihadapkan pada keterbatasan anggaran.

Baginya, jabatan sebagai anggota DPRD bukan sekadar posisi politik, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab. Kembali ke gedung legislatif setelah sempat kehilangan kursi menjadi kesempatan untuk membuktikan komitmen dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Bengkulu Tengah.

Perjalanan Zenrodi memperlihatkan bahwa dinamika politik selalu menghadirkan pasang surut. Namun, kesempatan kembali mengabdi kini menjadi babak baru yang menuntut kerja nyata, keberpihakan kepada masyarakat, serta konsistensi dalam mengawal pembangunan daerah.(Aisya)

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.