Pro Ref Akui Kesalahan Fatal VAR: Gol Haaland ke Gawang MU Seharusnya Batal

oleh -58 Dilihat
oleh
Erling Haaland merayakan gol kontroversialnya ke gawang Manchester United. Pro Ref akhirnya mengakui kesalahan fatal VAR yang seharusnya membatalkan gol tersebut akibat posisi offside Enzo Fernandez di Old Trafford, Minggu.-Foto: Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Badan perwasitan independen, Pro Ref, akhirnya bertekuk lutut dan mengakui adanya kesalahan fatal dalam proses verifikasi gol Erling Haaland yang memastikan kemenangan Manchester City atas Manchester United di Premier League, Minggu (13/9/2026). Pengakuan publik ini datang setelah gelombang kritik tajam membanjiri keputusan VAR yang mengesahkan gol tunggal dalam Derbi Manchester di Old Trafford tersebut.

Manchester City memang menang tipis 1-0, namun kemenangan itu ternoda oleh kontroversi besar. Gol Haaland pada menit ke-60 menjadi penentu, meski City bermain dengan 10 pemain. Masalah bermula ketika gol yang awalnya dianulir karena offside tiba-tiba disahkan setelah intervensi VAR. Fokus pemeriksaan VAR hanya pada posisi Haaland yang dinyatakan onside, namun mengabaikan elemen krusial lain dalam pembangunan serangan: posisi Enzo Fernandez.

Dalam rilis resminya, Pro Ref menyatakan bahwa protokol seharusnya tidak berhenti pada pemeriksaan senyap. Mereka mengakui bahwa VAR wajib merekomendasikan on-field review (OFR) atau tinjauan di monitor pinggir lapangan. Hal ini dikarenakan posisi Fernandez yang offside dinilai memiliki dampak signifikan terhadap bek MU, Lisandro Martinez, meskipun Fernandez tidak menyentuh bola secara langsung.

“Keputusan awal wasit adalah offside terhadap Haaland. VAR memeriksanya dan menyatakan onside. Namun, dalam serangan yang sama, Enzo Fernandez berada dalam posisi yang memengaruhi permainan. VAR tidak mengenali kemungkinan dampak dari posisi Fernandez dan seharusnya merekomendasikan on-field review,” jelas juru bicara Pro Ref. Mereka bahkan telah menghubungi manajemen MU secara langsung untuk mengakui error of judgement ini.

Kesalahan interpretasi aturan ini menjadi bom waktu bagi kredibilitas liga. Aturan offside tidak hanya melarang sentuhan bola, tetapi juga tindakan mengganggu lawan, menghalangi pandangan, atau menantang bola yang berdampak pada respons bek. Pergerakan Fernandez yang agresif menuju bola jelas membuyarkan konsentrasi Martinez. Sebelumnya, Premier League Match Centre sempat mengeluarkan pernyataan yang memicu amarah karena menyebut Fernandez tidak memainkan bola, sebuah argumen yang dimentahkan oleh fakta lapangan.

Reaksi keras pun tak terelakkan dari para pengamat. Gary Neville menuding penjelasan resmi liga justru memperburuk keadaan. “Mereka mengabaikan aturan dan menggali lubang lebih dalam. Enzo jelas mencoba memainkan bola dan membuat Martinez kehilangan fokus,” ujar Neville. Roy Keane senada, menyebut MU dihukum karena disiplin bertahan. “United dihukum karena mempertahankan garis pertahanan yang bagus. Fernandez offside dan mencoba memainkan bola, ini hari buruk bagi wasit,” kritik Keane.

Lisandro Martinez mewakili frustrasi para pemain. “Setiap musim ofisial datang menjelaskan aturan dengan percaya diri, lalu melakukan kesalahan fatal. Kami harus pulang dengan rasa ketidakadilan yang mendalam,” tegasnya. Micah Richards pun mengamini, “Bagaimana mungkin Anda mengatakan Enzo tidak menantang bola? Tentu saja dia melakukannya! Ini hari yang buruk bagi VAR.”

Insiden ini menjadi preseden buruk bagi integritas kompetisi, di mana teknologi yang dijanjikan membawa keadilan justru menjadi sumber ketidakadilan baru di musim 2026/2027.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.