Prioritas Nyawa: RSHD Sosialisasikan Alur Rujukan BPJS untuk Kurangi Beban IGD

oleh -65 Dilihat
oleh
Lista Cherlyviera : RSHD menjelaskan alur triase kepada keluarga pasien. IGD difokuskan untuk kondisi mengancam nyawa; kasus non-darurat diarahkan ke puskesmas, klinik, atau dokter keluarga.-Foto: Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu mengingatkan masyarakat agar penggunaan Instalasi Gawat Darurat (IGD) sesuai dengan tingkat kegawatdaruratan pasien. Sosialisasi intensif digelar untuk mengedukasi peserta BPJS Kesehatan bahwa pasien non-darurat akan dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), seperti puskesmas, klinik, atau dokter keluarga.

Direktur RSHD, Lista Cherlyviera, menegaskan bahwa prosedur ini bertujuan memastikan layanan IGD tetap fokus pada pasien yang membutuhkan tindakan medis segera. “IGD diprioritaskan bagi pasien dengan kondisi yang mengancam nyawa atau memerlukan penanganan darurat,” kata Lista, Selasa (tanggal). “Semua pasien yang datang tetap akan diperiksa oleh dokter, namun penanganan lanjutan disesuaikan dengan tingkat kegawatdaruratan.”

Menurut RSHD, penentuan rujukan mengikuti standar medis dan peraturan BPJS. Kasus gawat darurat, seperti sesak napas berat, serangan jantung, stroke akut, kejang yang tidak berhenti, kecelakaan berat, atau demam tinggi yang berisiko, akan ditangani langsung di IGD. Sedangkan kondisi non-darurat misalnya demam ringan hari pertama atau pusing tanpa gejala berat akan disarankan untuk mendapatkan perawatan di FKTP.

Lista menambahkan bahwa ada sekitar 144 jenis penyakit yang menjadi kewenangan FKTP menurut klasifikasi pelayanan. “Dengan merujuk pasien non-darurat ke FKTP, kami berharap IGD dapat berfungsi lebih optimal untuk menyelamatkan nyawa pasien yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya. Dia juga mengimbau masyarakat membawa rekam medis dan kartu BPJS saat berobat agar proses triase dan rujukan berjalan lancar.

RSHD bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan dinas kesehatan setempat untuk memperkuat alur rujukan dan mempercepat pelayanan pasien. Sosialisasi dilakukan melalui pemasangan poster, pembagian leaflet, dan penyuluhan langsung kepada pasien dan keluarga di lingkungan rumah sakit.

Manajemen rumah sakit menekankan pentingnya kesadaran bersama: menggunakan IGD secara tepat tidak hanya melindungi hak pasien darurat, tetapi juga meningkatkan efisiensi layanan kesehatan publik. Bagi warga yang ragu apakah kondisi tergolong darurat, RSHD menyediakan nomor informasi dan petugas triase yang siap memberikan panduan awal sebelum pasien tiba di fasilitas kesehatan.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.