Prabowo Tegaskan Kemandirian Nasional di KTT BRICS 2026: “Kita Tidak Mau Didikte”

oleh -38 Dilihat
oleh
Presiden Prabowo di KTT BRICS 2026, New Delhi. Tegaskan kemandirian nasional: “Indonesia tidak mau didikte kekuatan tertentu.” Semangat Global South dan solidaritas Asia-Afrika kembali mengemuka.-Foto: Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,-  Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia terhadap kemandirian dan ketahanan nasional dalam pidato kunci pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026).

Dalam sesi terbatas bertema “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism”, Prabowo menekankan bahwa kekuatan sejati sebuah negara dimulai dari kemampuannya memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya, meliputi pangan, energi, dan pendidikan.

“Kekuatan sebuah negara bermula dari kemampuannya memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya: pangan, energi, dan pendidikan. Dengan fondasi yang kuat, Indonesia tidak akan bergantung atau mudah didikte oleh kekuatan tertentu,” ujar Prabowo di hadapan para pemimpin negara anggota BRICS.

Pernyataan itu menjadi penegasan sikap Indonesia yang menolak ketergantungan strategis terhadap satu atau dua kekuatan global tertentu. Prabowo menyebut, kemandirian nasional merupakan prasyarat agar Indonesia dapat berperan setara dalam tata kelola dunia.

Presiden juga mengutip pepatah “Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh” untuk mengingatkan pentingnya semangat Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 di Bandung. Menurutnya, solidaritas negara-negara Global South kini lebih relevan daripada ever untuk memperjuangkan kepentingan dan masa depan mereka sendiri secara setara.

“Kami tidak suka didikte oleh satu atau dua kekuatan tertentu. Kita harus tangguh dan kemudian kita akan benar-benar mandiri,” tegas Prabowo dengan nada penuh penekanan.

Dalam konteks BRICS, yang mewakili hampir separuh populasi dunia, Prabowo mendorong agar kekuatan kolektif tersebut diterjemahkan menjadi kerja sama nyata. Ia menyoroti perlunya memperkuat ketahanan pangan dan energi, menghubungkan pasar, modal, teknologi, sumber daya, serta pengetahuan untuk membuka peluang pembangunan yang lebih besar bagi negara berkembang.

Lebih lanjut, Presiden mendorong reformasi tata kelola global yang lebih adil dan inklusif. Prabowo menegaskan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus tetap menjadi pusat sistem multilateral, namun perlu diperkuat agar lebih representatif, responsif, dan mampu menghadirkan hasil konkret bagi masyarakat dunia.

“PBB harus tetap menjadi pusat sistem multilateral, namun perlu diperkuat agar lebih representatif, responsif, dan mampu menghadirkan hasil konkret bagi masyarakat dunia,” kata Prabowo.

Melalui keanggotaan di BRICS, Indonesia terus bergerak aktif mewujudkan tatanan dunia yang lebih adil, setara, dan damai bagi seluruh bangsa. Sikap ini sejalan dengan visi Indonesia memperkuat tata kelola global yang inklusif serta menyatukan suara negara-negara berkembang.

Kehadiran Prabowo di KTT BRICS 2026 menandai langkah strategis Indonesia dalam memperkuat posisi Global South, sembari menjaga prinsip bebas-aktif dan kemandirian nasional di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.