Pesisir Terancam Abrasi, GPA Gendong Adventure Tanam 1.000 Mangrove Bangun Benteng Hijau di Pondok Kelapa

oleh -15 Dilihat
oleh
Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto bersama para anggota GPA Gendong Adventure saat menanam seribu bibit mangrove di pesisir Desa Pondok Kelapa. Aksi kolaborasi nyata ini bertujuan mencegah abrasi pantai Bengkulu.-Foto :red,adv/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Ancaman abrasi yang terus membayangi kawasan pesisir selatan mendapat respons cepat dari Gerakan Pecinta Alam Gendong Adventure. Bertepatan dengan peringatan Hari Lahir ke-11, komunitas ini menanam seribu bibit mangrove jenis Rhizophora di pesisir Desa Pondok Kelapa, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, pada Minggu, 6 September 2026.

Mengusung tema Dalam Kebersamaan Kita Tumbuh, Dalam Etika Kita Berkarya untuk Alam, aksi kolosal ini bukan sekadar rutinitas seremonial organisasi. Penanaman massal tersebut merupakan manifestasi kepedulian nyata terhadap krisis ekologi sekaligus upaya memperkuat benteng alami pesisir dari hantaman gelombang dan kerusakan ekosistem yang semakin mengkhawatirkan.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.A.P., beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Turut hadir Direktur Samapta Polda Bengkulu, Kapolres Bengkulu Tengah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Faisal Eriza, S.T., M.AP., para kepala organisasi perangkat daerah, camat, kepala desa, serta ratusan anggota pecinta alam se-Provinsi Bengkulu.

Ketua Umum GPA Gendong Adventure menegaskan bahwa momentum ulang tahun organisasi harus diterjemahkan menjadi karya nyata. Ia menyoroti kerentanan geografis Dusun II yang terjepit antara ancaman laut dan erosi Daerah Aliran Sungai Lemau.

“Kondisi yang diapit ancaman laut dan sungai membuat abrasi bukan lagi sekadar cerita jauh, melainkan kenyataan yang setiap hari mengetuk pintu rumah kita. Kita tidak bisa terus diam menjadi penonton saat tanah kelahiran perlahan tergerus. Hari ini kita hadir menjawab panggilan alam,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.A.P., memberikan apresiasi tinggi. Menurut Rachmat, sinergi antara pemerintah dan komunitas pecinta alam adalah kunci utama keberhasilan konservasi lingkungan di daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah, saya menyampaikan apresiasi kepada GPA Gendong Adventure. Semangat komunitas pecinta alam seperti ini patut kita dukung penuh. Yang paling penting setelah menanam adalah merawatnya. Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Hari ini kita menanam mangrove, tetapi sesungguhnya kita sedang menanam harapan dan mewariskan alam yang lebih baik untuk generasi mendatang,” ujar Rachmat Riyanto.

Senada dengan bupati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bengkulu Tengah, Faisal Eriza, S.T., M.AP., menekankan pentingnya restorasi ekosistem mangrove secara berkelanjutan. Ia menilai inisiatif masyarakat ini sangat sejalan dengan program pemerintah daerah dalam mitigasi bencana iklim.

“Penanaman seribu bibit Rhizophora ini adalah langkah strategis. Mangrove tidak hanya berfungsi sebagai peredam gelombang dan pencegah abrasi, tetapi juga habitat penting bagi biota laut yang mendukung ekonomi warga. Kami dari DLH akan terus mendampingi dan memfasilitasi pengawasan ekosistem ini agar tetap lestari,” ungkap Faisal Eriza.

Sementara itu, Kepala Desa Pondok Kelapa mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas pemilihan desanya sebagai lokasi konservasi. Ia memastikan pemerintah desa akan turun langsung mengawal pertumbuhan bibit hingga menjadi hutan mangrove yang kokoh.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menjaga kawasan pesisir desa kami. Kami sangat mendukung dan akan mengajak warga untuk menjaga bibit ini agar tumbuh subur dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan pembacaan Kode Etik Pecinta Alam dan doa bersama. Selanjutnya, seluruh undangan bergegas menuju area pantai untuk menancapkan ribuan bibit tersebut ke dalam lumpur pesisir.

Aksi simbolis ini membuktikan bahwa kolaborasi multipihak mampu melahirkan solusi atas krisis lingkungan. Lebih dari sekadar perayaan, penanaman mangrove ini menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya menyelamatkan ruang hidup masyarakat pesisir Bengkulu Tengah dari ancaman abrasi yang kian nyata, demi masa depan bumi yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Ribuan akar tunjang yang kelak menjulang di atas lumpur akan menjadi saksi perjuangan masyarakat mempertahankan garis pantai. Semoga warisan hijau ini terus tumbuh subur, melindungi perkampungan warga dari terjangan air pasang, serta menghadirkan keseimbangan ekologis bagi seluruh makhluk hidup yang bergantung pada kekayaan pesisir Bengkulu.

Kolaborasi lintas sektor ini membuktikan bahwa kepedulian terhadap alam tidak boleh hanya berhenti pada tataran wacana semata. Setiap pohon yang ditanam hari ini adalah investasi ekologis yang sangat berharga bagi kelangsungan hidup generasi penerus bangsa Indonesia tercinta.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.