KLIKINFOBERITA.COM,- Di tengah situasi yang kurang stabil dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP), pengurus daerah mengambil posisi untuk berbicara. Mereka menyatakan bahwa partai tetap dalam keadaan baik dan normal, tetapi masalah sebenarnya bersumber dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Taj Yasin Maimoen yang dinilai tidak menjalankan tugasnya.
“Kami merasa bersyukur tidak mengalami masalah internal dalam partai. Justru, tantangan yang ada berasal dari Sekjen sendiri, yang sejak ditetapkannya SK Menkumham, tidak pernah mau ikut serta dalam membangun partai,” ungkap Ketua DPW PPP Papua Barat, Yasman Yasir, saat dihubungi pada hari Kamis (23/4/2026).
Seorang senior dari PPP sekaligus anggota DPRD Papua Barat ini menyoroti minimnya kinerja Sekjen. “Sebenarnya, Sekjen tidak pernah muncul atau hadir. Bahkan, kakinya belum pernah menginjakkan diri di kantor DPP. Ini sangat mencerminkan sikap yang tidak profesional,” geram Yasman.
Ia merekomendasikan Taj Yasin untuk mundur dengan sukarela jika merasa tidak mampu. “Jika memang tidak sanggup menjalankan tugas sebagai Sekjen, lebih baik fokuslah mengurus warga Jateng saja sebagai Wakil Gubernur,” tambahnya.
Pandangan ini bukanlah suara tunggal. Yasman menambahkan bahwa para ketua dan sekretaris DPW di seluruh Indonesia sepakat meminta Ketua Umum Muhamad Mardiono segera mengganti Sekjen dengan sosok yang lebih mampu. “Kami meminta kepada Pak Ketum untuk mengambil tindakan tegas. DPW mana yang sudah diperhatikan oleh Sekjen? Sementara kami menjalankan Muswil-Muscab dengan baik tanpa kontribusinya,” sindirnya.
# Tanggapan Berlawanan dari GP Ka’bah
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) M. Thobahul Aftoni menyatakan bahwa desakan untuk mundurnya Sekjen hanyalah sebuah rumor. “Itu hanyalah sebuah omongan yang muncul dari disinformasi yang disebarkan oleh sekelompok orang untuk menciptakan ketegangan,” ujarnya pada Kamis (23/4/2026).
Aftoni percaya bahwa tuduhan tentang ketidakaktifan tersebut tidak berdasar. “Sekjen Taj Yasin telah hadir di beberapa acara konsolidasi daerah,” bela dia.
Pernyataan yang bertentangan ini semakin memanaskan suasana di dalam PPP. Sementara tingkat daerah mengklaim bahwa organisasi tetap berjalan, tetapi ujian terhadap partai semakin terasa.









