KLIKINFOBERITA.COM,- Pemerintah Provinsi Bengkulu kembali menegaskan dedikasinya untuk menciptakan keberlanjutan dalam akses informasi publik melalui Pelatihan Pengelolaan Media Sosial Masyarakat Angkatan II. Acara ini berlangsung di Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu pada hari Kamis (11/6) dan diresmikan oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, melalui perwakilan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Zahirman Aidi.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri oleh banyak pengelola website serta media sosial dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemprov Bengkulu. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas dari pemerintah daerah untuk meningkatkan keterampilan sumber daya manusia dalam pengelolaan informasi dan komunikasi digital. Tujuan utamanya adalah agar setiap perangkat daerah dapat mengelola website dan media sosial secara profesional, sehingga program dan kegiatan pemerintah bisa dipublikasikan kepada masyarakat dengan cepat, tepat, dan terkini.
Dalam sambutannya, Zahirman Aidi menekankan pentingnya peran media digital sebagai garda terdepan dalam menyebarkan informasi pemerintah kepada masyarakat. Ia mendorong para peserta untuk memanfaatkan kesempatan pelatihan ini dengan serius.
“Pelatihan ini diharapkan dapat membantu peserta dalam menyampaikan informasi yang tepat, terkini, dan mudah dipahami oleh masyarakat. Ikutilah acara ini dengan sebaik-baiknya agar pengetahuan yang didapat dapat diterapkan di masing-masing instansi,” ujarnya mewakili Gubernur Helmi Hasan.
Di sisi lain, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Bengkulu, Dr. Hj. Nelly Alesa, SIP, SKM, MSi, menambahkan bahwa pelatihan ini tidak hanya membahas teknis penulisan berita atau pengunggahan konten. Lebih dalam, peserta juga diberi wawasan mengenai tata kelola pemerintahan berbasis digital, teknik manajemen konten yang efisien, serta strategi pengelolaan website yang baik dan berkelanjutan.
“Pengelolaan website dan media sosial pemerintah yang efektif memerlukan komitmen, kerja sama, dan sinergi dari seluruh perangkat daerah agar informasi publik dapat disampaikan dengan baik kepada masyarakat. Website OPD adalah citra digital instansi, dan publik menilai kinerja kita berdasarkan seberapa cepat informasi pembangunan disajikan,” tekan Nelly Alesa.
Para peserta terlihat bersemangat mengikuti setiap sesi. Mereka tidak hanya belajar mengenai struktur berita digital dan pengoptimalan mesin pencari (SEO), tetapi juga bagaimana menyelaraskan aliran informasi dari media sosial seperti Instagram, Facebook, dan X (Twitter) ke website resmi OPD masing-masing.
Dengan pelaksanaan pelatihan Angkatan II ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap pengelolaan media digital di lingkungan perangkat daerah semakin meningkat. Selain itu, Diskominfotik juga berencana untuk melakukan evaluasi rutin terhadap kinerja website OPD, sehingga tercipta birokrasi yang lebih terbuka, akuntabel, dan partisipatif bagi seluruh masyarakat Bengkulu.(red,adv)








