KLIKINFOBERITA.COM,-Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Bengkulu melaksanakan upacara pelantikan untuk 48 pejabat fungsional di Aula Kanwil pada Selasa, 21 April 2026. Acara penting ini diresmikan oleh Kepala Kanwil Kemenag Bengkulu, Dr. H. Saefudin, yang menandakan awal baru dalam karir mereka yang terpilih sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Detail acara pelantikan mencakup dua Perancang Humas Ahli Pertama, 36 Penghulu yang naik ke jenjang Madya, serta sepuluh Penghulu yang ditingkatkan ke jenjang Ahli Muda. Turut hadir dalam momen ini adalah Kepala Bagian Tata Usaha Sri Ihsan dan Kepala Bidang Urusan Agama Islam Pahrizal. Suasana penuh harapan ini menciptakan nuansa yang positif, seolah membawa semangat baru untuk pelayanan keagamaan di Bengkulu.
Dalam sambutannya, Saefudin mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian para pejabat yang telah berhasil promosinya. “Pelantikan ini lebih dari sekadar seremonial; ini adalah tanggung jawab yang lebih besar,” tegasnya.
“Setiap ASN mencerminkan lembaga kita. Sikap dan etika lebih penting daripada yang lain,” kata Saefudin. Ia menyamakan: jika perilaku dan kinerja baik, maka citra Kemenag juga akan bersinar. “Jadikan etika dan moral sebagai prioritas utama! ”
Ia juga tidak lupa mengingatkan tentang pentingnya integritas. “Pertahankan keteguhan hati dan tolak segala bentuk penipuan! Penting untuk membedakan antara yang benar dan yang salah dalam setiap langkah,” adalah pesan yang diungkapkannya. Ini menjadi pengingat penting di era birokrasi yang terus berkembang.
Di akhir sambutannya, Saefudin menggugah para pejabat yang baru dilantik untuk bekerja dengan ikhlas. “Kerjakanlah tugas kalian dengan sepenuh hati, bukan untuk mendapatkan pujian, tetapi karena amanah, meskipun tidak selalu terlihat oleh orang lain,” tutupnya. Pesan tersebut mendapat sambutan positif dari para pejabat baru yang siap memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.
Pelantikan ini memperkuat struktur sumber daya manusia Kemenag Bengkulu dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan pelayanan agama pasca-pandemi. Di masa mendatang, diharapkan inovasi dari para penghulu dan humas dapat memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat.








