KLIKINFOBERITA.COM,- Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bengkulu, Dr. Nurlia Dewi, S.H., M.H., mengimbau seluruh pegawai pemerintah untuk berhati-hati dan bertanggung jawab saat menggunakan media sosial. Pesan itu disampaikan ketika Nurlia menjadi pembina apel pagi di halaman kantor pemerintahan, Kamis (27/8/2026).
Dalam arahannya, Nurlia menegaskan bahwa pegawai negara memikul tanggung jawab ganda: menjaga integritas pribadi sekaligus nama baik institusi. “Sebagai aparatur negara, perilaku dan apa yang kita bagikan di ruang publik mencerminkan citra lembaga. Pastikan setiap unggahan akurat, tidak memprovokasi, dan bebas dari ujaran kebencian,” kata Nurlia.
Nurlia mengingatkan bahwa kemudahan komunikasi digital meningkatkan risiko salah informasi dan potensi konflik sosial. Oleh karena itu, setiap konten yang dipublikasikan oleh pegawai harus melalui pertimbangan etika dan verifikasi faktual. Ia menekankan pentingnya memeriksa sumber berita sebelum membagikan serta selalu menggunakan bahasa yang santun dan profesional.
Selain aspek etika, Nurlia memperingatkan adanya konsekuensi administratif dan hukum bagi pegawai yang menyebarkan hoaks atau konten yang merugikan pihak lain. “Tindakan yang melanggar kode etik dan peraturan perundang-undangan dapat berujung pada sanksi disiplin atau proses hukum. Kita harus menjaga kepercayaan publik dengan bertindak penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Apel pagi dihadiri kepala unit, pegawai administrasi, dan staf teknis dari berbagai dinas. Dalam sesi tersebut Nurlia juga memberikan pedoman praktis: verifikasi fakta sebelum memposting, cantumkan sumber informasi, hindari menyebarkan unggahan yang belum terkonfirmasi, dan pisahkan akun pribadi dari akun resmi instansi.
Sebagai langkah lanjutan, Dinas Kominfo Kota Bengkulu berencana menyelenggarakan pelatihan literasi digital dan pemeriksaan fakta secara berkala bagi pegawai. Program ini bertujuan memperkuat profesionalisme aparatur serta mencegah penyebaran informasi menyesatkan yang dapat merusak kepercayaan publik.
Nurlia menutup arahannya dengan ajakan agar pegawai menjadi teladan dalam berinteraksi di dunia maya. “Gunakan media sosial sebagai sarana positif untuk mengedukasi masyarakat, bukan untuk memperkeruh suasana. Bijak dan bertanggung jawab adalah kunci menjaga martabat kita sebagai aparatur negara,” tutupnya.







