KLIKINFOBERITA.COM,– Sejarah baru terukir di pesisir Pantai Panjang Bengkulu. Sebanyak 20 ribu penari dari berbagai elemen masyarakat berhasil memecahkan rekor dunia parade tari terpanjang sepanjang 3,6 kilometer dalam gelaran “Bengkulu Menari” yang menjadi rangkaian Festival Pantai Panjang 2026, Sabtu (25/7).
Pantai Panjang yang eksotis mendadak berubah lautan manusia berbalut Merah Putih. Ribuan pasang kaki bergerak serentak mengikuti irama musik tradisional, membentang dari kawasan Pasir Putih hingga Jembatan Merah Putih dekat Bencoolen Mall.
Peserta terdiri dari jajaran Pemerintah Kota Bengkulu, mulai dari Pj Sekda Medy Pebriansyah, para asisten, staf ahli, kepala OPD, camat, lurah, hingga kepala sekolah.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah SDN 07 Kota Bengkulu. Seluruh siswa, dewan guru, dan Kepala Sekolah Priyanti Yuliana, M.Pd., S.I. turut ambil bagian dengan penuh semangat. Mereka didampingi langsung oleh orang tua siswa yang antusias mendukung putra-putrinya sejak pagi hari.
Sebelum acara dimulai, Priyanti Yuliana menyampaikan rasa bangganya di sela-sela persiapan. “Kami sangat bersyukur SDN 07 bisa menjadi bagian dari sejarah Kota Bengkulu. Ini pengalaman berharga bagi anak-anak didik kami untuk mencintai budaya sejak dini. Terima kasih kepada seluruh dewan guru dan orang tua yang telah mendampingi penuh,” ujarnya dengan haru.
Para siswa SDN 07 tampak ceria dan kompak mengenakan pakaian serba merah putih dengan sapu tangan bermotif Batik Besurek, batik khas kebanggaan Bengkulu. Mereka telah berlatih keras selama berminggu-minggu di bawah bimbingan guru-guru yang penuh dedikasi.
Di atas panggung utama, Pj Sekda Medy Pebriansyah menyampaikan apresiasinya. “Alhamdulillah pagi ini kita berhasil memecahkan rekor dunia. Terima kasih kepada seluruh peserta, terutama adik-adik dari SD dan SMP se-Kota Bengkulu. Semangat kalian luar biasa!” tuturnya, disambut sorak-sorai.
Medy menegaskan, kesuksesan ini wujud visi Walikota Dedy dan Wawali Ronny mengangkat budaya lokal ke panggung internasional. “Ini akan jadi sejarah bagi Kota Bengkulu. Insya Allah tahun depan kita gelar lebih meriah lagi, setuju?” tanyanya, dijawab kompak oleh massa.
Di sela-sela acara, Priyanti Yuliana juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua siswa yang telah meluangkan waktu mendampingi anak-anaknya. “Peran orang tua sangat penting. Dukungan mereka membuat anak-anak lebih percaya diri tampil di depan ribuan penonton,” katanya.
Selain pelestarian budaya, acara ini menggerakkan ekonomi UMKM di sekitar pantai. Medy melepas canda, “Setelah ini, Bapak, Ibu, Adik-adik pasti berbelanja di UMKM kita. Yang tidak bawa bekal, silakan dekat dengan Kepala Sekolahnya. Insya Allah ditraktir,” selorohnya memicu gelak tawa.
Festival ini membuktikan kolaborasi pemerintah, sekolah seperti SDN 07 dengan seluruh dewan guru, siswa, serta orang tua mampu melahirkan mahakarya budaya yang diakui dunia, sekaligus mendongkrak pariwisata Bengkulu ke tingkat internasional.








