KLIKINFOBERITA.COM,– Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) memasuki fase kritis seiring puncak musim kemarau yang melanda wilayah Bengkulu Selatan. Menyikapi hal tersebut, jajaran Kodim 0408/BS bersama unsur TNI-Polri dan pemerintah daerah menggelar Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan di halaman Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jumat (31/7/2026). Apel ini menjadi bentuk deklarasi perang terhadap potensi bencana asap yang kerap mengganggu aktivitas warga dan merusak ekosistem.
Dalam apel yang berlangsung khidmat tersebut, Komandan Kodim 0408/BS diwakili oleh Danramil 408-05/Manna, Kapten Inf Edy Setiawan. Ia menegaskan bahwa TNI tidak akan tinggal diam dan siap menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan serta penanggulangan darurat. “Karhutla adalah musuh bersama. Kami tidak bisa bergerak sendiri; butuh kolaborasi nyata dengan seluruh pemangku kepentingan. Pasukan kita telah disiagakan untuk merespons cepat setiap titik api yang muncul,” tegas Kapten Edy di hadapan ratusan personel yang terlibat.
Tidak hanya sekadar seremonial, apel ini diikuti dengan pengarahan teknis yang menyentuh empat pilar utama kesiapsiagaan. Pertama, pengaktifan sistem peringatan dini melalui pemantauan satelit dan patroli rutin di kawasan rawan, terutama lahan gambut dan kawasan hutan produksi yang memiliki riwayat kebakaran. Kedua, kesiapan logistik dan peralatan tempur darat seperti pompa portable, kendaraan taktis pemadam, serta pembuatan sekat bakar strategis.
Danramil juga menyampaikan arahan khusus dari Dandim agar para Babinsa meningkatkan intensitas komunikasi sosial dengan masyarakat. “Kami meminta kepala desa dan lurah untuk segera mengaktifkan kembali Masyarakat Peduli Api (MPA). Karena api kecil lebih mudah dipadamkan jika diketahui lebih awal,” imbuhnya. Di sisi lain, ia mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dengan cara tradisional yang berisiko meluas, sembari mengancam akan menindak tegas pelaku pembakaran sengaja sesuai hukum yang berlaku.
Kegiatan yang berlangsung selama satu jam ini diakhiri dengan pengecekan kesiapan kendaraan operasional dan perlengkapan personel. Dengan sinergi yang solid antara TNI, Polri, BPBD, dan elemen masyarakat, diharapkan Kabupaten Bengkulu Selatan mampu menekan angka kebakaran lahan hingga nol kasus di tahun 2026 ini. Kesiapan bukan hanya tentang alat, tetapi tentang ketangguhan mental dan kecepatan aksi di lapangan.









