Pariwisata Jadi Mesin PAD dan Penggerak Ekonomi Lokal,Komitmen Majukan Sektor Wisata

oleh -370 Dilihat
oleh
Kadis Pariwisata Benteng Edward Novrin tegaskan, pariwisata bukan sekadar wajah daerah, tapi penggerak PAD dan kesejahteraan masyarakat. Komitmen ini disampaikan usai aksi damai sejumlah ormas.

KLIKINFOBERITA.COM, – Kepala Dinas Pariwisata Bengkulu Tengah, Edward Novrin, S.Sos., M.AP., menegaskan bahwa sektor pariwisata bukan hanya menjadi wajah daerah, tetapi juga penggerak utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini disampaikannya menyikapi aksi damai gabungan organisasi masyarakat (ormas) yang sempat digelar di depan Kantor Kejaksaan Negeri Bengkulu Tengah.

Dalam keterangannya, Edward memaparkan bahwa pariwisata saat ini telah menunjukkan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah. Beberapa destinasi unggulan seperti Kampung Durian, Wahana Surya, Buana Alit, hingga Hotel Tahura telah memberikan sumbangan signifikan lewat pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah.

Pariwisata menjadi penyumbang PAD yang besar melalui pajak dari berbagai destinasi dan fasilitas wisata yang ada. Ini menjadi bukti nyata bahwa sektor ini bukan sekadar hiburan, tapi juga sumber ekonomi bagi daerah,” ujar Edward.

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, D’leBAR Farm—destinasi wisata baru yang sedang naik daun—akan segera menyusul sebagai wajib pajak aktif. Untuk memastikan semua pelaku usaha wisata patuh terhadap aturan, Dinas Pariwisata berencana melakukan pemanggilan dan verifikasi ulang.

Kami akan cek ulang dan memastikan bahwa semua pengelola taat pajak. Karena ini adalah bagian dari tanggung jawab bersama dalam membangun daerah,” tegasnya.

Edward juga menyoroti kemajuan pesat di destinasi Wisata Batu Kambing, yang saat ini telah menunjukkan geliat investasi dari pihak swasta. Menurutnya, hal ini tidak lepas dari iklim usaha yang semakin kondusif berkat sinergi antara pemerintah dan pelaku wisata.

Investor sudah mulai berani menanamkan modalnya di Bengkulu Tengah. Kami pun berkomitmen untuk mempermudah segala proses perizinan selama sesuai dengan regulasi yang berlaku,” jelas Edward.

Lebih jauh, Edward menegaskan bahwa pembangunan sektor pariwisata di Bengkulu Tengah berfokus pada pemberdayaan masyarakat lokal. Salah satu strategi utama Dinas Pariwisata adalah mewajibkan penggunaan tenaga kerja lokal dalam pengelolaan destinasi wisata.

“Ini bukan hanya soal tempat wisata, tapi juga soal membuka lapangan kerja. Kami mendorong agar setiap investor dan pengelola memprioritaskan tenaga kerja dari Bengkulu Tengah atau daerah sekitar,” ujarnya.

Selain menciptakan lapangan kerja, sektor pariwisata juga dinilai mampu menjadi pasar baru bagi pelaku UMKM lokal. Dengan semakin banyaknya pengunjung, pelaku usaha kecil pun memiliki ruang untuk berkembang.

“Pariwisata bisa jadi etalase produk UMKM lokal. Mereka bisa jualan di kawasan wisata dan mendapatkan penghasilan tambahan. Ini efek domino yang positif untuk ekonomi kerakyatan,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Edward menekankan kembali bahwa pariwisata bukan hanya sektor hiburan, melainkan salah satu pilar pembangunan ekonomi Bengkulu Tengah.

“Kontribusi sektor wisata terhadap PAD itu besar dan nyata. Maka dari itu, pariwisata harus kita kelola dengan serius, karena dampaknya langsung terasa bagi masyarakat,” pungkasnya.(alk)

 

 

 

 

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.