Menjaga Warisan Sejak 2018: 57 Siswa SDN 07 Bengkulu Berlutut dengan Haru di Depan Orang Tua

oleh -9 Dilihat
oleh
57 siswa SDN 07 Bengkulu bersimpuh khusyuk, air mata orang tua tumpah. Tradisi muhasabah 8 tahun: tanam bakti, nyalakan cahaya ilmu. Warisan emosional abadi.Foto : s.man/klikinfoberita.com.

KLIKINFOBERITA.COM,-Halaman SDN 07 Kota Bengkulu menjadi tempat yang penuh emosi. Sebanyak 57 siswa kelas enam berlutut, menundukkan kepala dengan penuh rasa hormat di hadapan orang tua mereka. Aktivitas muhasabah ini bukan sekadar kegiatan biasa, melainkan bukti komitmen sekolah dalam mempertahankan nilai-nilai luhur di tengah tuntutan zaman.

Haru di Kaki Orang Tua

Dimulai sejak 2018, tradisi ini telah berlangsung selama delapan tahun tanpa henti. Bukan sekadar program tambahan, melainkan dasar pembentukan karakter bagi para siswa.

Kepala Sekolah Priyanti Yuliana, M. Pd. , menegaskan: “Restu orang tua adalah ijazah yang paling berharga. Seberapa hebat pun ilmu dan prestasi anak, semuanya akan sia-sia tanpa doa dan berkah dari orang tua. Kami menanamkan ini agar mereka dapat tumbuh dengan ilmu dan akhlak yang baik.

Ratusan orang tua hadir, termasuk Nurjanah, ibu dari siswa yang ikut untuk kedua kalinya setelah anak sulungnya. Air mata yang mengalir tidak bisa ditahan.

“Itu bukan hanya sekadar tradisi, melainkan ungkapan perasaan. Anak-anak mereka memahami seberapa besar usaha kami dalam membesarkan mereka. Semoga ini menjadi bekal seumur hidup: menghormati, mencintai, dan mendoakan orang tua sebagaimana doa kami untuk mereka,” katanya dengan suara bergetar penuh haru.

Al-Ustadz memimpin doa, dengan ayat-ayat yang menyentuh hati hingga menimbulkan tangisan. Semua hadirin saling berpelukan, memohon ampunan dan berkah untuk masa depan.

Penyalaan lilin simbolis: Sebagai cahaya ilmu dan kebaikan yang akan menerangi perjalanan hidup mereka.

Kenang-kenangan yang sederhana: Siswa memberikan hadiah kepada orang tua dan guru, sebagai tanda penghargaan atas dukungan mereka.

Rahmi Syakirah, seorang siswi yang ikut dalam acara tersebut, berbisik penuh keyakinan: “Saya baru menyadari betapa beratnya pengorbanan ayah dan ibu. Saya berjanji untuk menjadi anak yang berbakti, belajar dengan giat, dan tidak melupakan doa mereka.

Selama delapan tahun tradisi ini membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya mencerdaskan pikiran, tetapi juga membersihkan hati. SDN 07 melahirkan generasi yang cerdas, penuh rasa hormat, dan bertanggung jawab.

Contoh ini diharapkan dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk melestarikan nilai-nilai luhur, sehingga bangsa dipenuhi dengan anak muda yang cerdas, berkarakter, dan menghormati orang tua serta sesama.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.