KLIKINFOBERITA COM,-Menumbuhkan rasa cinta Tanah Air sejak usia dini menjadi tujuan kegiatan edukatif bertema “Aku Anak Indonesia, Aku Cinta Tanah Air” yang digelar mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas Bengkulu bersama siswa kelas V SD Negeri 07 Kota Bengkulu kamis,(5/11/2026).
Para siswa mengikuti kegiatan dengan antusias. Guru kelas, Yulistiawati, S.Pd., turut mendampingi sebagai bentuk dukungan terhadap pembentukan karakter dan kebanggaan anak-anak terhadap identitas bangsa.
Kegiatan ini melibatkan lima mahasiswa, yaitu Etika Wulan Sari, Nadia, Khairani Rahmania Putri, Zakia, dan Raditia. Mereka mengajak siswa memahami bahwa kecintaan terhadap Indonesia dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Etika Wulan Sari menjelaskan bahwa pendidikan nasionalisme tidak harus dimulai dari hal-hal besar. Nilai cinta Tanah Air dapat dikenalkan melalui kegiatan yang dekat dengan keseharian anak.
“Lewat tema ‘Aku Anak Indonesia, Aku Cinta Tanah Air’, kami ingin mengajak anak-anak mengenal dan bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Rasa cinta itu perlu diwujudkan dalam sikap saling menghargai, menjaga persatuan, dan menghormati perbedaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, anak-anak perlu mengenal identitas nasional, keberagaman, persatuan, dan nilai-nilai kebangsaan sejak sekolah dasar. Pemahaman tersebut penting karena generasi muda akan berperan dalam menentukan masa depan bangsa.
Yulistiawati menyambut positif kegiatan yang diinisiasi mahasiswa Universitas Bengkulu tersebut. Menurutnya, pembelajaran melalui interaksi langsung dan suasana yang menyenangkan dapat menjadi pengalaman berharga bagi siswa.
“Kami mengapresiasi kegiatan ini. Edukasi tentang cinta Tanah Air penting diberikan sejak dini agar anak-anak bangga terhadap Indonesia, mampu menghargai perbedaan, menjaga persatuan, serta tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan peduli terhadap negaranya,” tuturnya.
Anak-anak merupakan generasi penerus yang kelak berperan dalam menentukan masa depan bangsa. Oleh sebab itu, pemahaman tentang identitas nasional, persatuan, dan keberagaman penting ditanamkan sejak sekolah dasar. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal bagi anak untuk tumbuh sebagai pribadi yang berkarakter dan peduli terhadap bangsa serta negara.
Guru kelas V SD Negeri 07 Kota Bengkulu, Yulistiawati, S.Pd., turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna karena siswa dapat memperoleh pengetahuan melalui interaksi langsung dengan mahasiswa.
“Kami menyambut baik kegiatan yang digelar mahasiswa Universitas Bengkulu ini. Pendidikan tentang cinta Tanah Air perlu diberikan sejak dini agar anak-anak bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia, menghormati perbedaan, menjaga persatuan, serta tumbuh menjadi generasi berkarakter dan peduli terhadap negaranya,” ujar Yulistiawati.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap nasionalisme tidak hanya dipahami sebagai materi pelajaran, tetapi juga diterapkan dalam keseharian, baik di sekolah, keluarga, maupun lingkungan masyarakat.
Program tersebut sekaligus menjadi wujud kontribusi mahasiswa Universitas Bengkulu dalam mendukung pendidikan karakter dan menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.
Cinta Indonesia tidak sebatas mengibarkan bendera Merah Putih atau menghafal lagu kebangsaan. Sikap nasionalis juga tercermin dalam upaya menjaga persatuan, menghargai perbedaan, saling menghormati, dan memberikan sumbangsih positif bagi bangsa.
Dengan menumbuhkan rasa cinta Tanah Air sejak dini, diharapkan lahir generasi penerus yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berkarakter kuat, memiliki wawasan kebangsaan, dan berkomitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).(s.man)







