Mahasiswa FKM UNSRI Tanam TOGA dan Ciptakan Spray Serai di Desa Mainan untuk Cegah DBD

oleh -8 Dilihat
oleh
Mahasiswa FKM Unsri menanam TOGA dan mendemonstrasikan pembuatan semprotan anti-nyamuk berbahan serai di Desa Mainan, Banyuasin, dalam program PBL untuk pencegahan DBD dan pemberdayaan warga.-Foto : Istimewa/klikinfoberita.com

KLIKINFOBERITA.COM,- Sebanyak 19 mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya (FKM UNSRI) menjalani Praktik Belajar Lapangan (PBL) selama satu bulan di Desa Mainan, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin. Dalam program pengabdian yang berlangsung hingga Juni 2026 ini, mereka menggagas dua inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat: penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan produksi semprotan anti nyamuk dari serai.

Sebelum memulai program “Kebun Semai,” mahasiswa berdiskusi dengan Kepala Desa Mainan, Jalaludin, dan Ketua PKK setempat, Nitra Dewi. Ternyata lahan yang dituju dulunya merupakan kebun TOGA warga yang kini terbengkalai.

“Boleh kalau ingin melaksanakan penanaman TOGA, karena dulu lahan tersebut memang digunakan sebagai kebun TOGA, tetapi belakangan ini perawatannya sudah tidak berlanjut,” ujar Nitra Dewi.

Memanfaatkan lahan seluas sekitar 100 meter persegi, pada 26 Juni 2026 mahasiswa menanam beragam tanaman herbal seperti lidah buaya, kunyit, serai, daun kelor, daun katuk, mengkudu, kumis kucing, kencur, lengkuas, dan jahe. Program ini tak hanya menghidupkan kembali kebun TOGA, tetapi juga menyediakan bahan baku untuk inovasi kesehatan berikutnya.

Pada 8 Juni 2026, Kelompok 19 meluncurkan program “SERUNI (Serai Anti Nyamuk)” yang mengombinasikan edukasi pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan pelatihan pembuatan spray anti nyamuk berbahan dasar serai. Campuran yang diajarkan sederhana: air rebusan serai dan alkohol 70% dengan perbandingan 3:1.

Ide ini lahir dari pengamatan mahasiswi Marsya dan Devi bahwa sebagian besar warga Desa Mainan menanam serai di pekarangan rumah, namun belum mengetahui potensinya sebagai pengusir nyamuk. Sementara itu, musim kemarau meningkatkan populasi nyamuk dan risiko DBD.

“Menarik sekali, karena selama ini serai hanya digunakan untuk memasak. Sekarang jadi lebih tahu kalau serai juga bisa dimanfaatkan sebagai spray anti nyamuk,” ujar Ani, salah satu warga yang hadir dalam pelatihan.

Kepala Seksi Desa Mainan, Nuhari, yang hadir dalam kegiatan supervisi, memberikan apresiasi terhadap program ini. “Semua program adik-adik sudah sangat bagus, terutama spray anti nyamuk dari serai yang sangat menarik. Ke depannya semoga dapat dimasifkan lagi agar lebih dikenal dan diterapkan oleh masyarakat Desa Mainan,” ujarnya.

Melalui program Kebun Semai dan SERUNI, mahasiswa berharap masyarakat Desa Mainan dapat terus memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam tanaman obat sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan DBD dan kesehatan lingkungan secara berkelanjutan.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.