KLIKINFOBERITA.COM,- SDN 20 Kepahiang menghadapi penurunan pendaftaran murid baru pada tahun pelajaran 2026. Hanya tujuh siswa yang tercatat masuk, turun dari 11 siswa pada 2025. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran tentang keberlanjutan sekolah dasar setempat apabila tidak ada langkah perbaikan.
Kepala sekolah Desi Rusnita menyampaikan data terbaru: jumlah total siswa saat ini 59 orang, terdiri dari 33 laki-laki dan 26 perempuan. “Tahun ini murid baru hanya tujuh orang, empat perempuan dan tiga laki-laki,” kata Desi, Senin (13/7/2026).
Desi memaparkan beberapa faktor penyebab penurunan pendaftaran, antara lain pertimbangan orang tua terhadap kualitas bangunan dan fasilitas sekolah. “Bangunan sekolah kami masih sederhana, beberapa ruang perlu perbaikan dan sarana pendukung terbatas. Hal itu memengaruhi keputusan orang tua saat memilih sekolah untuk anak mereka,” ujar Desi.
Dampak penurunan murid tidak hanya pada suasana belajar—ia juga berdampak pada alokasi dana dan tenaga pengajar. Menurut Desi, walaupun kondisi fisik sekolah kurang memadai, guru-guru tetap berkomitmen memberikan pendidikan berkualitas. “Kami memakai metode kreatif dan belajar kontekstual agar proses pembelajaran tetap menarik,” tambahnya.
Respon Pemerintah Daerah dan Solusi
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepahiang (diupayakan konfirmasi) menyatakan pihaknya menyadari tantangan di sekolah-sekolah terpencil dan berjanji akan mengevaluasi alokasi perbaikan sarana. Sumber dari Dinas menyarankan program prioritas perbaikan dan dukungan sumber daya, termasuk renovasi ruang kelas, pelatihan guru, serta program promosi sekolah untuk menarik minat orang tua.
Rekomendasi cepat dari pemerhati pendidikan lokal mencakup:
Renovasi ruang kelas dan perbaikan fasilitas sanitasi.
Penyediaan alat bantu belajar sederhana (papan tulis, meja, buku).
Kegiatan promosi dan keterlibatan masyarakat (open day, demo pembelajaran).
Program insentif bagi guru dan program beasiswa lokal untuk menarik murid.
Implikasi Jangka Panjang
Jika tidak ditangani, penurunan peserta didik dapat menyebabkan pengurangan jam mengajar, penutupan kelas, atau bahkan penggabungan sekolah. Hal ini berisiko memperbesar kesenjangan pendidikan di daerah terpencil.
SDN 20 Kepahiang membutuhkan perhatian cepat dari pemangku kepentingan untuk memperbaiki fasilitas dan memulihkan kepercayaan orang tua. Upaya kolaboratif antara sekolah, dinas pendidikan, dan masyarakat lokal menjadi kunci agar sekolah tetap menjadi pilihan bagi keluarga di Dusun Kepahiang.








